Mahasiswa Poltekkes Jakarta Utara Pelajari Teknik Pengolahan Air Bersih untuk Sanitasi Masyarakat

Mahasiswa Poltekkes Jakarta Utara Pelajari Teknik Pengolahan Air Bersih untuk Sanitasi Masyarakat

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Jakarta II kembali menunjukkan komitmennya dalam pendidikan vokasi kesehatan melalui kunjungan mahasiswa ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cabang Rawalumbu milik Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi. Kegiatan ini menjadi bagian integral dari mata kuliah Penyehatan Air, yang bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan praktis tentang proses pengolahan air bersih konvensional. Kunjungan berlangsung selama empat hari, yaitu 28 dan 31 Oktober serta 6 dan 8 November 2024, dengan peserta dari Program Studi Sanitasi Diploma III dan Sarjana Terapan Jurusan Kesehatan Lingkungan. Acara ini tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa, tapi juga memperkuat sinergi antara pendidikan dan industri pelayanan publik, sebagaimana dilaporkan pada 28 Oktober 2024 di situs resmi https://poltekkesjakartautara.org.

https://poltekkesjakartautara.org

Kunjungan dimulai pada Senin, 28 Oktober 2024, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, di mana 37 mahasiswa semester 3 Program Studi Sanitasi Diploma III tiba di IPA Rawalumbu. Mereka disambut oleh Kepala Instalasi Cabang Rawalumbu, Dudi Saefudin, dan satu petugas produksi yang mendampingi sepanjang tur. Kegiatan dilanjutkan pada 31 Oktober dengan 38 mahasiswa dari program yang sama, serta dua hari berikutnya pada 6 dan 8 November dengan 78 mahasiswa Sarjana Terapan Jurusan Kesehatan Lingkungan. Dipimpin oleh dosen Zulfia Maharani dari Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Jakarta II, mahasiswa dibagi menjadi tiga kelompok untuk memastikan pembelajaran yang optimal. Setiap kelompok mendapat penjelasan mendalam tentang operasional instalasi, mulai dari intake air mentah hingga distribusi air bersih ke masyarakat.

Tujuan utama kunjungan ini adalah memberikan pemahaman langsung tentang teknik pengolahan air bersih konvensional, yang mencakup tahapan aerasi, koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dan desinfeksi. IPA Rawalumbu, dengan kapasitas 260 liter per detik, menjadi contoh nyata bagaimana proses ini memastikan kualitas air memenuhi standar kesehatan untuk konsumsi rumah tangga. Zulfia Maharani, dosen pembimbing, menjelaskan, “Kegiatan ini adalah bagian dari pembelajaran mata kuliah penyehatan air, di mana mahasiswa harus tahu bagaimana pengolahan air, terkait dengan nanti ketika di masyarakat mereka juga dituntut untuk belajar bagaimana teknik-teknik pengolahan air.” Ia menekankan bahwa pemahaman ini krusial bagi mahasiswa masa depan, yang nantinya akan menangani isu sanitasi masyarakat di tengah tantangan urbanisasi dan perubahan iklim.

Dudi Saefudin, Kepala Instalasi Cabang Rawalumbu, menyambut baik kedatangan mahasiswa Poltekkes Jakarta II. “Harapan kami dari kunjungan ini, para mahasiswa tentu mereka punya catatan masing-masing. Kami menunggu dan terbuka sekali atas saran dan masukannya. Mudah-mudahannya dari saran dan masukan itu menjadi poin penting untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas terhadap pelayanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.” Kunjungan ini merupakan rutinitas tahunan Perumda Tirta Bhagasasi dengan Poltekkes Jakarta II, yang bertujuan memperkaya pengalaman praktis mahasiswa sekaligus memberikan masukan berharga bagi operasional instalasi. Mahasiswa antusias mengikuti tur, bertanya tentang tantangan pengolahan air di musim hujan, dan mencatat detail teknis seperti penggunaan koagulan polimer untuk mempercepat sedimentasi lumpur.

Kolaborasi seperti ini menjadi contoh sukses bagaimana pendidikan vokasi kesehatan dapat berkontribusi langsung pada pelayanan publik. Di tengah isu krisis air bersih global, pemahaman mahasiswa Poltekkes Jakarta II tentang proses konvensional ini akan menjadi aset berharga untuk mengembangkan solusi sanitasi berkelanjutan di masyarakat. Kunjungan ini tidak hanya membuka mata mahasiswa terhadap realitas lapangan, tapi juga memperkuat jembatan antara akademisi dan industri, memastikan lulusan siap menghadapi tantangan kesehatan lingkungan di masa depan.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita