Dukungan Jokowi Akan Dikerahkan ke AMIN Jika Pilpres Berlangsung Dua Putaran

Dukungan Jokowi Akan Dikerahkan ke AMIN Jika Pilpres Berlangsung Dua Putaran

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Dukungan Jokowi Akan Dikerahkan ke AMIN Jika Pilpres Berlangsung Dua Putaran


GELORA.CO - Akademisi Cross Culture Ali Syarief merasa dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan dikerahkan kepada paslon nomor urut satu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) jika Pilpres 2024 berlangsung dua putaran.

Namun jika Pilpres 2024 berlangsung dua putaran dengan kemenangan paslon nomor urut dua, menurut Ali Syarief, para pengusung Prabowo Subianto tidak akan lagi mempedulikan Jokowi.

"Setelah tanggal 20 Maret 24, bila lolos satu putaran - Prabowo akan sangat sibuk, dan naga-naganya tidak akan memperdulikan lagi Jokowi. Tetapi bila terjadi 2 putaran, maka dukungan Jokowi akan dikerahkan kepada Paslon 01. Bagaimana menurut anda?" ucapnya, dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Senin (18/3).

Sementara sebelumnya, pegiat media sosial Denny Siregar mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah membangun kekuatan di luar pemerintah untuk mengimbangi kekuasaan Prabowo Subianto setelah resmi dilantik sebagai kepala negara.

Jokowi, kata Denny Siregar, membangun kekuatan menggunakan Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memihaknya, karena Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang kini memimpin PKB diisukan akan didepak.

"Dan Jokowi juga sudah membangun kekuatan di luar pemerintahan untuk mengimbangi kekuasaan Prabowo nanti, salah satu kendaraan besar Jokowi yaitu Partai Golkar yang dia bangun juga untuk kendaraan anaknya Gibran ketika akan jadi calon presiden di 2029 nanti," ungkap Denny.

"Jokowi di 5 tahun ke depan dengan Golkar-nya kemungkinan akan menggandeng PKB, PKB-nya Cak Imin ya benar, tapi isunya nih Cak Imin akan disingkirkan dari PKB dan partai itu akan diisi oleh orang-orang Jokowi sehingga Golkar dan PKB akan berjalan bersama di 2029 nanti," imbuhnya.

Dan jika berhasil, maka setiap kebijakan Prabowo bisa dihalau oleh Golkar dan PKB di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), sehingga posisinya sebagai kepala negara tidak akan maksimal.

"Dengan kekuatan besar di parlemen maka posisi Prabowo sebagai presiden akan tidak maksimal karena setiap kebijakan dia akan dihadang di DPR nanti oleh gabungan Golkar dan PKB-nya Jokowi," ujar Denny.

Sumber: populis
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita