Dalam Pemilu 2024, Demokrat Menghancurkan Diri Sendiri

Dalam Pemilu 2024, Demokrat Menghancurkan Diri Sendiri

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Dalam Pemilu 2024, Demokrat Menghancurkan Diri Sendiri


GELORA.CO - Pengamat politik Refly Harun menilai tidak benar Partai Demokrat hancur lebir jika tetap bertahan di Koalisi Perubahan seperti yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Pasalnya menurut Refly Harun, dalam Pemilu 2024, Demokrat menghancurkan diri sendiri dengan hengkang dari Koalisi Perubahan ke Koalisi Indonesia Maju. Namun selain partai AHY, PDIP dan PPP juga hancur, tapi dihancurkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Tidak benar kalau dibilang hancur, justru ada tiga partai yang hancur sekarang ini Demokrat, PDIP, dan PPP, PDIP dan PPP dihancurkan oleh Jokowi, tapi Demokrat dihancurkan oleh dirinya sendiri," ucapnya.

"Sekarang kita tanya apa yang menyebabkan Demokrat turun perolehan suara kursinya, kan karena pindah, karena hengkang justru," imbuhnya, dikutip populis.id dari YouTube Refly Harun, Kamis (28/3).

Untuk diketahui, dalam Pemilu 2024, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak lolos ambang batas parlemen, smentara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kehilangan 18 kursi, sedangkan Demokrat 10 kursi.

Sementara sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyindir partai-partai di dalam Koalisi Perubahan yang bermanuver ke sana ke mari meskipun Pilpres 2024 belum selesai.

AHY menyampaikan sindirannya dalam acara buka bersama Partai Demokrat di Jakarta, Sabtu (23/3/2024). "Sekali lagi kita bayangkan, coba kita masih di tempat yang lama, hancur lebur. Betul? Kita tahu, belum selesai, semua sudah ke sana ke mari," katanya, dikutip dari CNN Indonesia.

Menteri ATR/BPN itu mengaku tidak bisa membayangkan jika Partai Demokrat masih bertahan di Koalisi Perubahan, karena menurutnya pasti akan ditinggal partai lain. Dia merasa jalan Demokrat sekarang merupakan pemberian Tuhan, karenanya bersyukur telah dipertemukan dengan Prabopwo Subianto.

"We may lose the battle, but we win the war. Kita mungkin saja kalah dalam pertempuran Pileg, tetapi kita menang besar dalam perang Pilpres," kata AHY.

Untuk diketahui, Demokrat sebelumnya bergabung di Koalisi Perubahan mengusung Anies Baswedan bersama PKS dan NasDem, namun keluar setelah NasDem menyetujui Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai cawapres, lalu kemudian menyebrang untuk bergabung ke Koalisi Indonesia Maju mendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Sumber: populis
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita