Puluhan Orang Bersajam Serang Anggota TNI di Bali, Korban Dilarikan ke RS

Puluhan Orang Bersajam Serang Anggota TNI di Bali, Korban Dilarikan ke RS

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO - Kelompok orang bersajam (bersenjata tajam) serang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Big Ball Futsal Arena, Jalan Raya Kerobokan, Kuta Utara Badung, Bali pada Rabu 7 Februari 2024 malam.

Insiden itu mengakibatkan seorang anggota TNI yang bertugas di Kipan A Kesatuan Yonif 900/SBW berinisial Serda S mengalami luka-luka.

"Kondisi korban sadar, tapi mengalami memar di bagian kening dan pipi akibat terkena lemparan batu," beber sumber, Kamis 8 Februari 2024.

Usut punya usut, penyerangan brutal kelompok orang bersajam tersebut disinyalir dipicu sebuah kesalahpahaman.

Peristiwa ini bermula ketika Serda S beserta 15 orang anggota berangkat dari Asrama Kompi A Yonif 900/SBW untuk melaksanakan pertandingan futsal di tempat kejadian perkara sekitar pukul 19.30 Wita.

Mereka pun tiba dalam 30 menit, dan Serda S memarkirkan sepeda motornya di samping kanan lapangan futsal.

Namun, Serda S kembali ke motornya beberapa saat kemudian untuk mengambil handphone yang ketinggalan di dashboard.

Waktu itu anggota TNI ini melihat ada sejumlah orang yang duduk di dekat sepeda motornya dan bertanya apakah ada yang melihat ponsel miliknya di dashboard.

Hanya saja, pertanyaan itu membuat orang-orang yang duduk di dekan motor salah paham dan menganggap Serda S menuduh mereka yang mengambil ponsel.

"Padahal korban hanya menanyakan secara baik kepada orang tersebut," tambahnya.

Akibatnya terjadi cekcok mulut di sana dan salah satu orang dari kelompok tersebut menunjuk-nunjuk Serda S sambil berkata "Saya tidak takut dengan kamu".

Setelah itu kelompok tersebut pulang. Sedangkan Serda S lanjut mengikuti futsal.

Tak disangka, kelompok itu datang lagi dengan membawa masa kurang lebih 10 orang dan membawa senjata tajam, sekitar pukul 23.30 Wita.

Mereka langsung menyerang dengan melempar batu ke arah anggota TNI yang masih duduk-duduk di dalam lapangan futsal. Sehingga Serda S terkena lemparan batu di bagian dahi dan pipi kirinya.

Tak sampai disitu, menurut seorang saksi mata berinisial K, 33, dan W, 19, kelompok pelaku ini kembali ke TKP sekira pukul 20.45 Wita untuk melakukan penyerangan kedua.

Kali ini kelompok tersebut bahkan membawa lebih banyak sekitar 30 orang, dilengkapi dengan sajam.

Mereka menyerang secara brutal, disertai melempar batu ke arah anggota TNI yang masih di dalam lapangan.

"Setelah melancarkan aksinya, para terduga pelaku menggunakan sepeda motor melarikan diri ke arah selatan," tambahnya.

Serda S yang mengalami sejumlah luka langsung dibawa ke RS Bali Med Mahendradata untuk dilakukan perawatan lebih lanjut.

Polsek Kuta Utara yang menerima informasi mengenai kejadian ini bergegas ke TKP sekitar pukul 20.55 Wita dan situasi sudah dalam keadaan aman.

Situasi di TKP saat ini terpantau kondusif dan telah dilakukan pemasangan police line oleh Polres Badung.

Saat ini kasus dalam penyelidikan kepolisian bekerja sama dengan Denpom IX/3 Dps. 

Kabid Humas Polda Bali Kombespol Jansen Avitus Panjaitan yang dikonfirmasi mengaku masih berkoordinasi terkait masalah ini. "Sedang kami koordinasikan," jawabnya. ***

Sumber: jawapos