Mahasiswa Demo-Bakar Ban di Depan Kantor Gibran, Minta Jokowi Mundur

Mahasiswa Demo-Bakar Ban di Depan Kantor Gibran, Minta Jokowi Mundur

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO - Seratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Perlawanan Rakyat Soloraya (Sodara) menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Solo, Kamis (8/2).

Balai kota tersebut adalah tempat Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka,  berkantor.

Para mahasiswa mendesak Presiden Jokowi mundur karena telah membuat kegaduhan di tengah pesta demokrasi Pemilu 2024, dengan merusak konstitusi.

Pantauan awak media, massa mahasiswa tiba di balai kota pukul 15.30 WIB. Mereka datang membuat lingkaran dengan membentangkan sejumlah spanduk, yakni bertuliskan:
Rezim pengkhianat rakyat, maaf jalan ditutup sedang ada perbaikan reformasi, bansos diobral di mana-mana, mana arti sebuah negara.

Massa aksi juga meneriakkan Jokowi mundur. Selain itu, massa membakar ban dan polisi langsung memadamkannya. Suasana sempat tegang.

Demo berlanjut dengan teatrikal Jokowi dan Gibran: Gibran meminta bantuan Jokowi agar mendapatkan jabatan cawapres lewat jalur MK.

Demo dari mahasiswa HMI, GMNI, KAMMI, BEM Unisri, juga dari LSM dan ormas berakhir pukul 17.15 WIB bersamaan dengan hujan deras.

Koordinator Aksi, Fierdha Abdullah Ali, mengatakan aksi unjuk rasa itu juga mengutuk aksi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Solo Raya Untuk Kepemimpinan Bermartabat (AMSR-UKB) yang ditemui Gibran.

"Kami melihat mereka (AMSR-UKB) justru condong mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo-Gibran. Itu aksi gimmick," kata Fierdha.

“Ini aksi keprihatinan yang rusaknya demokrasi. Maka kami turun ke jalan pada hari ini untuk menjawab bahwa mahasiswa di Solo Raya tidak terkotakkan ke satu paslon. Mahasiswa di Solo Raya tetap independen," ujar Fierdha.

Sumber: kumparan