Ahok Ungkap Megawati Sudah Persiapkan Puan Jadi Presiden Sejak Lama

Ahok Ungkap Megawati Sudah Persiapkan Puan Jadi Presiden Sejak Lama

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah mengundurkan diri dari posisinya sebagai Komut Pertamina. Setelah mundur, Ahok akan all out untuk mengkampanyekan paslon 03 Ganjar-Mahfud.

Ahok sempat menyinggung sikap dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang dinilai lambat ketika mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai bacapres.

Ahok mengenang ada peristiwa deklarasi rambut putih di GBK pada 2022. Ketika itu, elektabilitas Ganjar Pranowo selalu berada di puncak dalam berbagai lembaga survei. Namun, Megawati tak kunjung mengumumkan Ganjar sebagai bacapres yang akan diusung.

Bersamaan dengan itu, sempat muncul isu jika Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, juga dipersiapkan Megawati agar bisa jadi capres. 

Ahok lantas meminta waktu untuk bertemu dengan Megawati demi mengkonfirmasi hal ini. Sebab dirinya termasuk salah satu yang mendorong agar Ganjar diusung menjadi capres oleh PDIP.

"Terus saya dengar nih mulai gosip nih, Ibu Mega mau paksa Mbak Puan yang jadi (bacapres PDIP), enggak mau Mas Ganjar. Wah pada marah semua nih. Saya juga kan emosi juga orangnya kan," kata Ahok di rumah pemenangan Cemara, Jakarta Pusat, Minggu (4/2).

"(Saya) datang ketemu Ibu, aku ngomong sama Ibu paling cuek lah. 'Bu saya tahu nih kenapa Mas Ganjar ditahan-tahan nih Ibu'. 'Kenapa?'(jawab Megawati) 'Pengin Mbak Puan kan?'. Aku ngomong gini nih," tambah dia.

Eks Gubernur DKI Jakarta ini lantas membeberkan jawaban dari Megawati. Ternyata Megawati memang sudah mempersiapkan Puan jadi presiden.

"Tahu enggak ibu jawab apa? 'Salah apa kalau Mbak Puan mau jadi presiden, salah apa?'. Waduh gawat ini, salah ngomong nih saya pikir," ucap Ahok.

"Ternyata Bu Mega (bilang), 'saya menyiapkan anak saya dari kecil di zamannya ngelawan Orde Baru, Mbak Puan sudah diikutkan, tapi Mas Prananda itu saya memang taruh tidak terlibat di eksekutif, legislatif. Karena untuk mengelola partai," tambah Ahok.

Ahok menekankan, Megawati sudah membagi dengan baik terkait masa depan anak-anaknya. 

"Ibu bilang 'jangan adu domba anak-anak saya, saya lebih tahu'. Lalu bilang apa kata ibu, 'saya menyiapkan Mbak Puan sampai menteri sampai sekarang Ketua DPR, kenapa tidak boleh jadi presiden? Seperti Pak Ahok'," ucap dia.

Ahok membeberkan, Megawati ingin orang yang memimpin Indonesia mempunyai pengalaman yang matang mulai dari menjabat di lingkaran eksekutif hingga legislatif.

"'Ngurus negara ini minimal Anda pernah di DPR RI, kalau seperti Pak Ahok ini lengkap, paling lengkap, sama menyiapkan Mbak Puan'," ucap Ahok menirukan Megawati. 

"Aku sudah pikir ini gawat ini salah ngomong ini gawat ini, ternyata Ibu bela Mbak Puan habis ini, ternyata bukan dukung Mas Ganjar dan gua dukung Ganjar bagaimana ini. Ini sudah PDIP sendiri pun sudah mulai nyerang menyerang ini," tambah dia.

Lebih jauh, setelah terlibat debat panjang dan panas, Ahok menyebut Megawati mengeluarkan pernyataan yang membuat dirinya tenang. Keputusan siapa yang akan diusung sebagai bacapres, akan dibahas bersama melalui partai.

"Lalu Ibu keluar satu kalimat penting, 'Pak Ahok kenapa negara ini waktu kita dirikan memutuskan menyerahkan kekuasaan itu sebetulnya peran persatu itu apa? partai politik. Tidak mungkin orang masuk ke MPR jadi presiden, jadi apa pun Polri tanpa lewat partai politik," kata Ahok.

Setelah melalui serangkaian panjang, pada akhirnya Megawati mengusung Ganjar sebagai bacapres. Megawati mengatakan, Ganjar merupakan kader terbaik PDIP.

Sumber: kumparan