Tak Menduga Bakal ‘Diserang’ Anies, Prabowo Dinilai jadi Ekor Komunikasi saat Debat Capres

Tak Menduga Bakal ‘Diserang’ Anies, Prabowo Dinilai jadi Ekor Komunikasi saat Debat Capres

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Capres nomor urut satu Anies Baswedan dan capres nomor urut dua Prabowo Subianto saling sindir saat debat Capres kedua di Istora Senayan, Jakarta Pusat pada Minggu (7/1/2024) malam.

Sementara capres nomor urut tiga, Ganjar Pranowo dianggap memanfaatkan momentum tersebut untuk mengurai program dan permasalahan dengan data yang dimiliki.

Pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Dr. Emrus Sihombing mengaku terkejut dalam sesi awal, Anies justru memanfaatkan momentum pemaparan visi di bidang pertahanan untuk mengkritik Prabowo.

Mulai dari serangan siber berupa peretasan di Kementerian Pertahanan RI yang dipimpin Prabowo, pembelian alutsista bekas padahal kementerian dikucurkan anggaran Rp 700 triliun.

Kemudian kepemilikan lahan seluas 340.000 hektar ketika separuh anggota TNI tak memiliki rumah dinas.

Bahkan Anies juga menyindir proyek Food Estate yang sempat dikerjakan Prabowo, namun menguntungkan segelintir orang hingga merusak lingkungan.

“Ganjar tidak mau hanyut pada perdebatan Anies dengan Prabowo, tetapi jadi kesempatan bagi dia untuk menjelaskan program-programnya, dan pemikirannya clear dan operasional di semua sektor,” kata Emrus saat dihubungi pada Minggu (7/1/2024) malam.

BERITA TERKAIT
Dulu Mesra, Kini Jordan Ali Berubah Sikap ke Eva Manurung, Ibu Virgoun Minta Bukti: Engga Terimalah - Halaman 4Tribunnews.com
“Di awal saja Anies sudah ‘menyerang’ kan, dan kami terkejut juga bahwa itu langsung menohok. Saya kira apa yang dikatakan Anies itu bagus sekali saat opening, karena Prabowo tak menduganya,” sambung Emrus.

Lantaran tak diduga, menurutnya, kondisi psikologi Prabowo merasa tidak nyaman di panggung.

Karena itu, dia kerap terpancing dengan sindiran Anies hingga Prabowo menyebutnya hanya ‘omong doang’ dan menyesatkan.

Dalam perdebatan itu, Emrus juga melihat bahwa Prabowo selalu menjadi ekor komunikasi, bukan pemimpin komunikasi.

Padahal tema yang diangkat mengenai ‘Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional dan Geopolitik’ ini dianggap menguntungkan Prabowo, karena dia juga menjadi Menteri Pertahanan RI saat ini.

“Tidak diduga ‘serangan’ seperti itu ya, sehingga narasi Prabowo dari awal sampai akhir semua pada posisi ekor komunikasi,” tuturnya.

Dalam perdebatan kedua Capres kali ini, Emrus memberikan peringkat kepada ketiga kandidat.

Pertama diawali oleh Prabowo yang dianggap sebagai kandidat good atau baik, lalu kedua Anies sebagai kandidat the best atau terbaik.

Sedangkan Ganjar sebagai kandidat best of the best atau terbaik dari yang terbaik. Anies dianggap the best karena berani membongkar dan mengkritik Prabowo dengan segala data yang dimilikinya.

“(Kalau) Ganjar diakhir juga mengkritisi data tentang peralatan dengan data yang tak terbantahkan sambil menunjukkan kertas. Bahkan Ganjar menunjukkan siapa staf (Kemenhan) yang bisa menyanggah ini,” imbuhnya.

“Oleh karena itu secara keseluruhan saya kira Ganjar menjadi pemenang mutlak dari perdebatan ini,” sambungnya.

Dia meyakini, elektabilitas Ganjar akan naik pasca ajang debat kedua malam tersebut.

Jika ada hasil survei yang masih mengangkat salah satu elektabilitas antara Prabowo atau Anies, kata dia, hal itu patut dipertanyakan.

“Saya tidak katakan hasil surveinya bayaran, tetapi kenapa bisa terjadi? Karena rakyat Indonesia dari Sabang sampai Marauke kan sudah cerdas, pakai sosial media dan sudah menonton debat juga, sehingga elektabilitas Ganjar dan Mahfud akan terdongkrak,” ungkapnya.

Sumber: tribunnews.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita