Sesuai Pernyataan Ma'ruf Amin, Jokowi Tak Punya Etika Komentari Debat Capres

Sesuai Pernyataan Ma'ruf Amin, Jokowi Tak Punya Etika Komentari Debat Capres

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Pegiat media sosial Bachrum Achmadi menunjukkan perbedaan komentar wakil presiden (wapres) Ma'ruf Amin dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai debat capres yang diselenggarakan Minggu (7/1/2024).

Ma'ruf Amin tidak mau berkomentar mengenai debat capres karena menurutnya tidak etis, sedangkan Jokowi malah berkomentar, sehingga menurutnya Bachrum, sesuai pernyataan wapres, maka presiden seperti tidak punya etika.

"Ma'ruf Amin Tak Mau Komentari Substansi Debat Capres: Tak Etis. Sementara Presiden Jokowi gatel komentari debat capres. Artinya Presiden Jokowi tidak punya etika dong pak wapres!" ungkapnya dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Rabu (10/1).

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin tidak mau berkomentar mengenai substansi debat capres dengan tema keamanan, pertahanan, hubungan luar negeri hingga geopolitik.

Menurutnya debat capres tersebut lebih baik daripada saat dirinya berdebat sebagai cawapres di periode Pilpres 2019.

"Kalau soal substansi saya kira saya tidak perlu memberi komentar," kata Ma'ruf saat berkunjung ke kantor Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Selasa (9/1) dikutip dari Kumparan.

Ia pun merasa yang berhak menilai adalah publik, sehingga tidak etis jika dirinya berkomentar mengenai substansi debat capres. "Itu kan publik (yang menilai). Tidak etis kalau saya masuk ke substansi," tandasnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan dalam debat capres ketiga, penampilan substansi dan visi dari para calon presiden kurang, malah memperlihatkan saling menyerang secara personal.

"Yang pertama, saya memang melihat substansi dari visinya malah tidak kelihatan. Yang kelihatan justru saling menyerang, yang sebetulnya enggak apa-apa, asal (itu soal) kebijakan. Asal policy. Asal visi ya enggak apa-apa," ujar Jokowi dalam keterangan pers di Serang, Banten, Senin (8/1/2024), dikutip dari Kompas.

"Tapi, kalau yang sudah menyerang personal, pribadi yang tidak ada hubungan dengan konteks debat tadi malam, mengenai apa hubungan internasional, mengenai geopolitik, dan lain-lain, saya kira kurang memberikan pendidikan, kurang mengedukasi masyarakat yang menonton," imbuhnya.

Lebih lanjut, Jokowi meminta pada debat capres-cawapres selanjutnya, KPU memasang rambu-rambu yang lebih baik agar tidak ada saling serang kembali dengan motif untuk menjatuhkan.

"Ada rambu-rambu sehingga hidup, saling menyerang enggak apa-apa tapi (soal) kebijakan, policy, visinya yang diserang. Bukan untuk saling menjatuhkan dengan motif-motif personal. Saya kira enggak perlu. Enggak, enggak baik, tidak mengedukasi," tandasnya.

Sumber: populis
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita