Gempa Jepang Akibatkan Gedung di Ishikawa Terbakar, Dikabarkan 6 Orang Tewas

Gempa Jepang Akibatkan Gedung di Ishikawa Terbakar, Dikabarkan 6 Orang Tewas

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO  - Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 ternyata turut menyebabkan adanya gedung terbakar di Kota Wijima, Prefektur Ishikawa, Jepang, Senin (1/1/2024).

Dikutip dari Aljazeera, terlihat api berkobar besar dan asap membubung tinggi ke udara ketika kebakaran terjadi.

Akibat kebakaran ini, dikabarkan ada enam orang yang tewas terkubur di dalam gedung tersebut.

Kendati demikian, petugas pemadam kebakaran setempat masih belum memberikan keterangan resmi terkait adakah korban tewas atau tidak.


Dilansir AFP, petugas masih berusaha melakukan pemadaman api di tengah musim dingin yang tengah melanda Jepang.

"Ada kebakaran besar. Kami tidak dapat segera mengatakan berapa banyak rumah yang terkena dampaknya," ujar seorang petugas pemadam kebakaran.



Berdasarkan laporan kantor berita Jepang, Kyodo News, ada empat mobil pemadaman kebakaran yang dikerahkan.

Namun, mobil hingga alat berat untuk memadamkan kobaran api sulit masuk ke lokasi akibat jalan yang rusak dan puing-puing berjatuhan.

"Departemen kini dibanjiri dengan panggilan telepon dengan banyak laporan mengenai orang-orang yang terluka dan terjebak di dalam gedung-gedung yang runtuh," ujar petugas pemadam kebakaran tersebut.


36 Ribu Rumah di Ishikawa dan Toyoma Mati Listrik, Pasokan Air Turut Putus


Dilaporkan NHK, ada 36 ribu rumah di Ishikawa dan Toyama mengalami mati listrik.

Hal ini disampaikan oleh pihak penyedia listrik, Hokuriku Electric Power 9505.T.

Kendati demikian, Otoritas Regulasi Nuklir Jepang mengungkapkan tidak adanya kejanggalan yang sudah terkonfirmasi dari pembangkit listrik tenaga nuklir di sepanjang Laut Jepang, termasuk lima reaktor aktif di pembangkit listrik 9503.T Ohi dan Takahama milik Kansai Electric Power di Prefektur Fukui.

Di sisi lain, pabrik Shika milik Hokuriku di Ishikawa yang terletak paling dekat dengan pusat gempa telah menghentikan dua reaktornya sebelum gempa.

Pihak Hokuriku pun mengungkapkan tidak ada kerusakan akibat gempat yang terjadi.

Selain itu, pemerintah Kota Uchinada di Ishikawa juga mengumumkan seluruh area di kota tersebut tidak tersedia air.

Senada, pemerintah Kota Hodatsushimizu turut melaporkan putusnya pasokan air di berbagai lokasi akibat gempat yang terjadi.

Kendati demikian, pemerintah telah menurunkan level peringatan tsunami setelah gempa terjadi.

"Peringatan tsunami besar untuk Prefektur Ishikawa telah diturunkan menjadi peringatan tsunami, namun para pejabat masih mendesak agar berhati-hati, dan masyarakat di daerah tersebut diminta untuk mengungsi," demikian pernyataan resmi pemerintah.

Ada 1.315 WNI Tinggal di Ishikawa

KBRI Jepang melaporkan ada 1.315 warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal dan tersebar di Prefektur Ishikawa.

Dubes RI untuk Jepang, Heri Akhmadi, mengungkapkan Prefektur Ishikawa terdampak tsunami setelah gempa mengguncang.

Selain Ishikawa, Heri menyebut ada beberapa wilayah lain yang terdampak tsunami yaitu Yamagata hingga Toyama.

"Sebagai catatan terdapat 1.315 orang WNI di Prefektur Ishikawa. Gempa tersebut mengakibatkan tsunami setinggi kurang lebih lima meter di Ishikawa, dan setinggi 3 meter di Yamagata, Niigita, dan Toyama," tutur Heri dalam keterangan tertulis.


Kini, Heri mengungkapkan pihaknya masih terus berkoordinasi dengan masyarakat di prefektur yang menjadi pusat gempa dan tsunami.

Lebih lanjut, dia menjelaskan ada sekitar 20-an prefektur yang turut merasakan gempa bermagnitudo 7,6 tersebut.

"Gempa dirasakan di wilayah Prefektur Niigata, Toyama, dan Fukui, Nagano Tokyo, Gifu, Yamagata, Fukushima, Ibaraki, Tochigi, Gunma, Saitama, Aichi, Shizuoka, Mie, Shiga, Osaka, Kyoto, Hyogo, Nara, Tottori, Iwate, Miyagi, dan Akita," ujarnya

Sumber: Tribunnews