Fahri Hamzah Taruhan yang Kalah Pilpres Bakal Jadi Tersangka, Ahmad Sahroni: Jangan Takabur Ustadz!

Fahri Hamzah Taruhan yang Kalah Pilpres Bakal Jadi Tersangka, Ahmad Sahroni: Jangan Takabur Ustadz!

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Pasca debat capres ketiga kemarin, viral di media sosial terkait cuitan pribadi Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah menyebut bahwa ketimbang memperdebatkan dan iri terhadap harta orang lain, lebih baik publik bertaruh soal siapa calon yang akan menjadi tersangka setelah pemilu terselenggara satu putaran.

Hal ini kemudian menyulut reaksi dari berbagai pihak, salah satunya dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.

Politikus Partai NasDem ini menyebut dirinya melihat adanya unsur keangkuhan dan ancaman di dalam cuitan Fahri Hamzah tersebut.

"Saya nggak ngerti kenapa Bang Fahri segitunya menanggapi urusan debat ini. Wong namanya debat capres, ya, memang begitu, kan? Para kandidat dituntut adu gagasan, menguji konsistensi pikiran, dan jika memang ada penyampaian yang dirasa kurang tepat, seharusnya dibantah dengan argumen dan data, bukan ancaman penjara. Ini kita mau pemilu apa bunuh-bunuhan?,” kritik Sahroni dalam keterangannya hari ini (9/1).

Lebih lanjut, Sahroni menegaskan bahwa ancaman Fahri kalau ‘yang kalah jadi tersangka’ itu sangat mengkhawatirkan untuk praktek demokrasi di tanah air.

"Kenapa sampai harus ber-statement sejauh itu? Jangan mentang-mentang Bang Fahri dan paslon yang abang dukung berasal dari koalisi yang memegang kekuasaan jadi bisa mengancam begitu. Ini ancaman sangat kelihatan, maksudnya apa? Jangan takabur, bang. Kita kan bukan mau perang," tambahnya.

Terakhir, masih menanggapi cuitan yang sama, Sahroni juga menegaskan tentang pentingnya Hamzah mengedepankan sikap tidak sombong dan rendah hati.

"Lalu tentang satu putaran. Saya tahu Bang Fahri sangat ingin menang satu putaran dan saya juga tidak menyalahkan beliau soal itu. Tapi dari berbagai twit dan perkataannya terlihat sekali kesombongan dan takabbur seolah-olah pasti satu putaran. Padahal sebagai pemimpin di partai Islam, yang juga mantan PKS, harusnya Pak Ustaz Fahri Hamzah memahami bahwa kesombongan dan takabur itu sangat dibenci oleh Allah SWT," terang Sahroni.

Sumber: wartaekonomi
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita