Alasan Prabowo Ogah Salaman dengan Anies usai Debat: Saya Lebih Senior, Dia Enggak Datang ke Saya

Alasan Prabowo Ogah Salaman dengan Anies usai Debat: Saya Lebih Senior, Dia Enggak Datang ke Saya

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto, mengungkap alasan tidak salaman dengan capres nomor urut 1, Anies Baswedan, selepas debat ketiga pemilihan presiden (pilpres) 2024.

Prabowo mengatakan, Anies tidak datang ke dirinya saat debat ketiga tersebut rampung. Itulah kenapa, ia pun enggan menghampiri terlebih dahulu kepada Eks Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Dia nggak datang ke saya," ucap Prabowo dalam sesi tanya jawab bersama awak media usai debat ketiba di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2024).

Prabowo mengingatkan, dirinya lebih tua dan lebih senior dibandingkan dengan Anies.

Oleh sebab itu, seharusnya Anies yang menghampiri terlebih dahulu.

"Saya lebih tua dari dia. Saya lebih senior dari dia," tukasnya.

Sebelumnya, debat ketiga Pilrpes 2024 selesai dilaksanakan di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2024).

Setelah berakhir, capres nomor urut 1 Anies Baswedan dan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto tampak tidak bersalaman.

Terlihat, setelah debat diumumkan berakhir oleh moderator, para paslon langsung menghampiri satu sama lain.

Terlihat, capres nomor 03 Ganjar Pranowo pertama menyalami Prabowo. Kemudian, Prabowo dihampiri oleh beberapa ketua umum parpol koalisi, di antaranya Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan hingga Ketua Umum Golkar Ailrangga Hartarto.

Di sisi yang lain, Anies tanpak menyalami cawapres 03 Mahfud MD, begitu pun dengan Cak Imin.

Kemudian, Anies menyalami Ganjar, disusul menyalami Gibran setelahnya.

Tidak terlihat setelahya apakah Prabowo dan Anies bersalaman setelah debat berakhir.

Saat ditanyakan, Anies mengatakan bahwa dirinya memang tidak bersalaman dengan Prabowo, tetapi Anies sempat mencari keberadaan Prabowo.

Saat ditanyakan, Anies mengatakan bahwa dirinya memang tidak bersalaman dengan Prabowo, tetapi Anies sempat mencari keberadaan Prabowo.

"Sesudah selesai saya mencari, tapi sudah tidak ada, jadi tidak tahu ke mana harus salaman," kata Anies dalam konferensi pers setelah debat.

Diketahui, debat ketiga Pilpres diwarnai sejumlah momen menarik. Beberapa di antaranya yakni bagaimana Anies menyinggung luas tanah miliki Prabowo.

"Sementara menterinya punya menurut, pak Prab ... pak Jokowi punya lebih dari 340 ribu hektar tanah di Republik ini," ujar Anies.

"Ini harus diubah, tambah lagi food estate singkong yang menguntungkan kroni, merusak lingkungan dan tidak menghasilkan, ini harus diubah," kata Anies.

Tak hanya itu, Anies juga menyinggung soal etika, dan nama cawapres 02 Gibran Rakabuming Raka juga disinggung.

"Ketika ada pelanggaran etika dan bapak tetap jalan terus dengan cawapres yang melanggar etika, artinya ada kompromi atas standar etika, ini fakta, kemudian dalam pidato bapak mengolok-olok tentang etika, saya tidak tega untuk mengulanginya," tandas Anies.

Prabowo juga sempat membalas Anies.

Dia mengatakan, data-data yang dikeluarkan paslon lainnya keliru, termasuk soal etika.

Prabowo menilai kalau Anies telah mendesak dirinya untuk menjawab apa yang pengin disampaikan belakangan ini.

Prabowo menyebut, dirinya merasa keberatan dengan apa yang disampaikan oleh Anies, sementara mantan Gubernur DKI Jakarta itu dinilai Prabowo tidak pantas bicara etik dalam debat.

"Saudara bicara etik-etik yakan saya tuh keberatan, saya menilai maaf ya karena saudara desak saya, saya terus terang saja maaf ya saya menilai anda tidak pantas bicara soal etik," kata Prabowo.

Atas hal itu, Prabowo menilai kalau Anies Baswedan telah menyesatkan persepsi publik. Sebab, Anies kata Prabowo juga merupakan sosok yang tidak dapat memberikan contoh yang baik soal etika.

"Itu saja, saya merasa bahwa anda itu posturing, anda menyesatkan gitu aja, saya boleh berpendapat kan? saya menilai anda tidak berhak bicara soal etik, karena anda memberikan contoh yang tidak baik soal etik," tukas Prabowo.

Sumber: tribunnews.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita