Singgung soal Kudeta, Masa Lalu Soekarno dan Soeharto sama Aja? Mahfud MD: Banyak yang Tidak Tahu

Singgung soal Kudeta, Masa Lalu Soekarno dan Soeharto sama Aja? Mahfud MD: Banyak yang Tidak Tahu

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO -  Presiden ke-2 Republik Indonesia (RI), Soeharto menjabat sebagai kepala negara selama 32 tahun. Selama itu pulalah ada banyak kontroversi dalam rezim Orde Baru.

Hal itu membuat Soeharto disebut sebagai presiden yang memiliki banyak dosa kepada rakyat Indonesia, salah satunya adalah soal korupsi.

Namun ternyata, dosa segudang yang dialamatkan kepada Soeharto itu juga ada pada masa pemerintahan Orde Lama, saat Indonesia dipimpin oleh Soekarno.

Hal itu disampaikan Mahfud MD dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang tayang pada 24 Mei 2016 silam.

Pria yang kini menjabat sebagai menkopolhukam itu menceritakan kala dirinya masih kecil, ia teringat saat Soeharto baru dilantik menjadi presiden.

Menurutnya, Soeharto adalah sosok yang menuai banyak pujian. Sementara Bung Karno saat itu ditentang oleh banyak kalangan.

“Waktu itu (Soeharto) dipuja-puja di mana-mana. Saya masih ingat Bung Karno itu dikejar di mana-mana,” katanya.

Soeharto, kata dia, dianggap sebagai penyelamat bangsa dari rezim Orde Lama. Sedangkan demonstrasi besar terjadi menentang kepemimpinan Bung Karno saat itu.

Gejolak pertentangan yang terjadi di tengah masyarakat, baik pada era kepemimpinan Soekarno maupun Soeharto menunjukkan bahwa setiap presiden pasti pernah berbuat salah.

“Kalau bicara kesalahan presiden, semua presiden punya salah,” ujarnya.

Soekarno pernah melakukan kudeta?

Sang Bapak Proklamator disebut pernah melakukan sebuah kudeta. Bahkan, Bung Karno juga pernah membubarkan DPR.

“Mungkin banyak yang tidak tahu ketika Bung Karno mengeluarkan dekret membubarkan DPR, membubarkan konstituante,” ujarnya.

Adapun kudeta yang pernah dilakukan oleh Putra Sang Fajar itu juga ditulis dalam buku berjudul “Demokrasi Kita” karya Bung Hatta.

“Bung Hatta itu nulis buku ‘Demokrasi Kita.’ Di situ Bung Hatta pun mengatakan Bung Karno itu kudeta,” ungkapnya.

“Artinya kalau ada orang bilang Pak Harto kudeta, sebelumnya pun sama, sebelumnya pun lagi sama,” tambahnya.

Untuk itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini meminta agar seluruh masyarakat tidak menaruh dendam politik yang berlebihan kepada mereka yang pernah menjadi pemimpin negeri.

“Oleh sebab itu, saya kira tidak boleh kita dendam politik terlalu berlebihan. Itu tidak boleh, (semua presiden) sama (berbuat salah),” katanya. ***

Sumber: hops