Ribuan Ulama dan Relawan Tasikmalaya Konsolidasi Menangkan Amin di Priangan Timur

Ribuan Ulama dan Relawan Tasikmalaya Konsolidasi Menangkan Amin di Priangan Timur

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -Konsolidasi Akbar ribuan tokoh ulama dan relawan wilayah Priangan Timur membahas strategi pemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) digelar di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Pertemuan ribuan tokoh ulama dan relawan di wilayah Priangan Timur berlangsung di Mekarsari, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (26/12) itu dihadiri jajaran Timnas Amin, caleg, serta ratusan relawan Amin di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.




"Ya hari ini Kami sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan tokoh ulama dan relawan di Priangan Timur secara sukarela bekerja keras untuk pasangan AMIN menang satu putaran di Pemilu 2024 mendatang," kata Kapten Tim Nasional (Timnas) Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin), Yusuf Muhammad, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Selasa (26/12).

Menurut Yusuf, dukungan yang dilakukan para relawan selama ini diberikan secara sukarela dan mereka menginginkan adanya perubahan.

"Dukungan mereka secara sukarelawan dan sebagai tanda perjuangan dengan memukul ratusan kentongan sebagai simbol pergerakan perubahan dan berjanji akan mendukung Amin Presiden 2024," terang dia.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Kelompok Solidaritas Indonesia (KSI), Solihin Nurdin menjelaskan, konsolidasi tokoh ulama dan para relawan ini sangat luar biasa gerakannya, yang menginginkan adanya perubahan.

Solihin menambahkan, kegiatan pemenangan Anies-Muhaimin Iskandar (Pemanis) yang ditandai dengan memukul kentongan itu merupakan simbol perubahan dan perjuangan para relawan Amin di Priangan Timur.

"Ya mereka juga berjanji dan akan bergerak memenangkan Amin, nomor urut 1 menang, dan kegiatan yang dilakukan secara sukarela hingga tidak ada donatur dari tim kampanye daerah (TKD) tapi mereka bergotong royong," tutup Solihin Nurdin. 

Sumber: RMOL
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita