'Hantu' Pejuang Palestina Menelusup ke Kota Ashkelon Israel Luncurkan Roket

'Hantu' Pejuang Palestina Menelusup ke Kota Ashkelon Israel Luncurkan Roket

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Tentara Israel yang baru kembali dari Gaza melepaskan tembakan hingga melukai beberapa rekannya saat terbangun dari tidurnya.

Pertama kali kalimat yang diucapkan tentara tersebut, “ kami memerangi hantu di Gaza,” ucap tentara itu dengan panik, yang kemudian dilaporkan media Israel.

Penyebutan 'hantu' Gaza terkait dengan taktik perang gerilya yang digunakan kelompok Perlawanan Palestina Hamas ketika melawan tentara Israel yang menyerang di seluruh Jalur Gaza.

Alih-alih membuat terlalu banyak pejuang terkena tembakan Israel sekaligus, kelompok Perlawanan Palestina bertempur dalam unit-unit kecil yang sering menyerang dan mundur ke posisi mereka, mungkin di bawah tanah. 

Gambar pejuang Golani merayakan pelarian mereka dari Gaza utara pada tanggal 21 Desember, menunjukkan kegembiraan pasukan paling elit Israel karena terhindar dari kematian di medan perang Gaza. 

'Hantu' Gaza kembali menyerang, kali ini bukan di Shejaiya, Jabaliya atau Khan Younis, melainkan di Israel sendiri, yakni di kota Ashkelon di bagian selatan. 

Menurut media Israel, seorang prajurit infanteri yang tidak disebutkan namanya dirujuk ke polisi militer pada hari Rabu, saat menghabiskan waktu di retret militer di kota Ashkelon. 

Tentara yang baru saja kembali dari Gaza, terbangun dari tidurnya dengan panik, dan mulai melepaskan tembakan hingga melukai beberapa rekannya. 

Media Israel mengutip pernyataan resmi militer yang mengatakan bahwa ‘tentara tersebut tidak akan diselidiki saat ini karena kondisi kesehatannya, dan penyelidikan hanya akan dilanjutkan setelah mendapat izin dari dokternya’.

“ Komandan mendampingi tentara bersama petugas medis, dan memastikan perawatan medis yang tepat untuk setiap pasukan,” kata juru bicara militer Israel kepada Channel 12 News Israel. 

“Juru bicara tersebut menambahkan bahwa tentara yang terluka mengalami luka ringan dan dirawat oleh staf medis, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai status penembaknya,” saluran Israel melaporkan.

Tampaknya hantu-hantu di Gaza bukan sekedar metafora, namun hantu-hantu yang sebenarnya, setidaknya dalam pikiran tentara Israel, yang mengunjungi mereka yang melancarkan perang di Gaza, bahkan di luar Jalur Gaza, dalam tidur mereka. 

Sementara itu Jumlah korban tewas pasukan Israel di Gaza telah meningkat menjadi 167 sejak dimulainya perang darat setelah militer mengumumkan pada hari Kamis bahwa dua perwira dan seorang tentara tewas sehari sebelumnya.

Hal ini juga menjadikan jumlah tentara yang terbunuh sejak serangan Hamas dan militan Palestina lainnya pada tanggal 7 Oktober menjadi sedikitnya 501 orang, menurut laporan al-Araby al-Jadeed edisi bahasa Arab The New Arab.

Data resmi yang diterbitkan oleh tentara Israel pada hari Rabu menunjukkan bahwa lebih dari 2.000 tentara menderita luka-luka.

Namun laporan media Israel baru-baru ini mengisyaratkan bahwa jumlah tentara yang terluka di Gaza jauh lebih tinggi, dengan beberapa pihak memperkirakan 5.000 orang telah terluka sejak dimulainya perang, termasuk 2.000 orang yang diklasifikasikan sebagai penyandang cacat.

Perang Israel di Gaza telah memporak-porandakan penduduk Palestina, hampir semuanya tidak dapat meninggalkan wilayah tersebut.

Agresi militer Israel sejauh ini telah menewaskan lebih dari 21.100 orang di Gaza, termasuk 8.800 anak-anak dan lebih dari 55.200 orang terluka.

Tentara mengatakan bahwa pada hari Rabu 47 tentara dirawat di rumah sakit dalam kondisi serius.

Pada hari Kamis, dikatakan bahwa tiga orang lainnya terluka parah sehari sebelumnya.

Terdapat juga 262 tentara dalam kondisi sedang dan 133 lainnya mengalami luka ringan, menurut data resmi yang diumumkan pada hari Rabu.

Sejak dimulainya perang, setidaknya 332 tentara Israel terluka parah di Gaza, sementara pada hari Rabu, menurut data resmi, 576 orang terluka sedang dan 1.161 orang luka ringan.

Israel melancarkan invasi darat ke Jalur Gaza pada akhir Oktober setelah tanpa henti mengebom daerah kantong Palestina yang terkepung.

Militer Israel mengatakan jumlah tentara yang dinyatakan terluka tidak termasuk mereka yang dipindahkan untuk perawatan karena alasan selain operasi militer.

Data ini juga tidak mencakup mereka yang berobat ke rumah sakit tetapi tidak dirawat di rumah sakit, atau yang cederanya belum diklasifikasikan menurut tingkat keparahannya.

Sumber: disway
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita