Gara-gara Sering Gunakan Kata AMIN dalam Kampanye, Anies Dipolisikan Dituduh Menista Agama

Gara-gara Sering Gunakan Kata AMIN dalam Kampanye, Anies Dipolisikan Dituduh Menista Agama

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Koordinator Forum Aktivis Dakwah Kampus Indonesia, Umar Segala mempolisikan Calo Presiden (Capres) nomor urut 1, Anies Baswedan ke Bareskrim Polri.

Umar mengatakan pelaporan tersebut berkaitan dengan dugaan penistaan agama akibat penggunaan akronim 'AMIN' dalam kampanye pasangan Capres - Cawapres, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024.

Umar menuurkan berdasarkan sejumlah hadits yang ada frasa Amin merupakan kata suci yang digunakan sebagai pengharapan manusia kepada Allah SWT.

Tak hanya di agama Islam, Umar mengatakan, kata Amin juga memiliki makna yang sama bagi agama-agama lain di Indonesia.

"Sudah dijelaskan bahwa dalam hadits-hadits bahwa penggunaan Amin ini adalah kata suci, penggunaannya sebagai bentuk harapan kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa," kata Umar kepada awak media di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (22/12/2023).

Umar menuurkan penggunaan akronim itu, dinilainya sebagai langkah Anies dalam melanggengkan aksi politisasi agama demi kepentingan pribadinya sebagai peserta Pilpres 2024.

Oleh karenanya, kata Umar, sudah seharusnya penggunaan akronim Amin selama masa Pilpres 2024 harus dihentikan hingga tak ada lagi pihak-pihak yang mengambil keuntungan dengan ajaran agama untuk memenangkan perhelatan Pilpres 2024.

"Ini adalah sebuah politisasi yang sangat tidak berguna. Politisasi rendah, bahwasanya politisasi agama masih dilakukan untuk mendapatkan suatu kepentingan publik di era demokrasi ini," jelasnya.

Selain itu, Umar mengaku pihaknya juga bakal melaporkan Anies karena aksinya yang melakukan tasyahud dengan dua jari dalam acara podcast bersama Ustad Abdul Somad pada 13 Desember kemarin.

Menurutnya hal itu bersinggungan dengan gerakan ibadah solat bagi umat muslim.

"Bahwasanya Anies Baswedan telah mempermainkan gerakan salat. Beliau menunjukkan nomor 2, tapi dalam artian yang dijelaskan oleh beliau itu gerakan salat," tuturnya.

Dalam pelaporannya, Umar juga mengaku bakal menyerahkan sejumlah barang bukti berupa tangkapan layar saat Anies memposekan dua jari saat tasyahud hingga hadits-hadits terkait penggunaan kata Amin.

Ia pun berharap agar Polri dapat segera memproses kasus tersebut sehingga tidak memicu konflik horizontal di masyarakat. Menurutnya, Pemilu harus dilaksanakan secara luber, jurdil, teduh, tertib, dan bermartabat.

"Tidak boleh ada capres yang menghalalkan cara untuk meraih simpati dan kemenangan," pungkasnya.

Sumber: tvone.