Drone CH 4 Rainbow Tidak Bisa Digunakan untuk Melawan China, Benarkah Indonesia Dikibuli RRC?

Drone CH 4 Rainbow Tidak Bisa Digunakan untuk Melawan China, Benarkah Indonesia Dikibuli RRC?

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -  Drone CH 4 Rainbow Buatan China Tidak Bisa Digunakan, Benarkah Indonesia Dikibuli China? Begini Ungkap Produsen TB2 Bayraktar.  

Indonesia baru saja membeli salah satu drone buatan China dengan nama CH 4 Rainbow. Sejumlah produsen TB2 Bayraktar ini menjelaskan jika China dengan sengaja memasangsalah satu alat yang membuat sistem ini tidak bisa bekerja untuk menyerang China. 

Sayangnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapatkan kerugian dari hal yang telah dilakukan China. CEO Baykar Technology Bayraktar lah yang mengungkapkan adanya teknologi Geofance ini kepada semua pembeli CH 4 Rainbow. 

Eurasian Times menjelaskan jika CH 4 Rainbow buatan China ini tidak bisa digunakan untuk melawan China karena memiliki teknologi yang sudah di desain khusus untuk melakukan pembatasan tersembunyi. 

Haluk yakin jika perusahannya bisa memenangkan ekspor drone karena hal ini membuat sejumlah negara memutuskan untuk membeli drone asal Turki ini jika dibandingkan dengan drone asal China. 

Indonesia sendiri bersiap akan disinyalir mengoperasikan enam unit CH 4 Rainbow yang mana mereka memutuskan untuk membeli drone tempur dari Turki yakni ANKA dan TB2 Bayrakratar. 

Janes menjelaskan jika Indonesia tengah mengevaluasi sejumlah pinjaman untuk membiayai pembelian drone TB2 Bayraktar dan ANKA Turki. Hal ini menjadi langkah bagus Indonesia yang akan menggantinya menjadi drone buatan Turki tersebut. 

Seorang pakar kemudian turut dalam melakukan pembagian dalam militer ini yakni Li Jie yang melihat bahwa hal ini masuk sebagai salah satu hal yang sangat lumrah. 

Karena bagi pakar asal China ini, hal ini dilakukan karena keamanan negara jauh lebih penting jika dibandingkan dengan pembuatan drone itu sendiri.***

Sumber: viva
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita