Pengamat Ungkap Alasan PDIP Panggil Gibran Karena Sudah Tidak Bisa Tegur Jokowi Lagi, Mengapa?

Pengamat Ungkap Alasan PDIP Panggil Gibran Karena Sudah Tidak Bisa Tegur Jokowi Lagi, Mengapa?

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO - Pengamat Politik Rocky Gerung menyoroti pemanggilan Gibran Rakabuming Raka oleh PDI Perjuangan (PDIP) usai bertemu dengan Prabowo Subianto.

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut diketahui mengumpulkan relawan di Solo dan bertemu dengan Prabowo di angkringan Omah Semar pada Jumat (19/5/2022) lalu.

Usai peristiwa tersebut, Gibran dipanggil untuk memberikan klarifikasi di hadapan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua Mahkamah Partai Komarudin Watubun.

Diakui Gibran, dirinya tidak diberi sanksi karena tidak melakukan kesalahan. Dia hanya diberi masukan oleh DPP PDIP.

Menanggapi hal tersebut, Rocky menilai PDIP konyol karena melakukan hal tersebut. Menurutnya, hal itu terkait posisi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan lengser pada tahun 2024 mendatang.

“Ini konyolnya PDIP begitu. Dia udah nyatakan Jokowi itu sebutnya dengan memindahkan Ganjar kan dianggap Jokowi non faktor lagi,” ujar Rocky, dikutip WE NewsWorthy dari kanal YouTube pribadi pada Selasa (23/5/2023).

Meski hendak lengser, ternyata Presiden Jokowi masih memiliki pengaruh. Namun, karena PDIP tidak bisa menegur Jokowi, akhirnya yang ditegur adalah putra sulung Jokowi.

“Tetapi ternyata Jokowi masih faktor. Jadi kecemasan PDIP begitu. Karena nggak bisa lagi negur Jokowi, anaknya yang ditegur,” sambung Rocky.

Ahli ilmu filsafat ini mengatakan seharusnya PDIP memberikan teguran kepada keluarga Jokowi, bukan satu per satu seperti itu.

“Mustinya satu paket aja kan. Jokowi aja yang ditegur atau diberi nasihat. Masa Gibran musti diberi nasihat juga? Berarti semua keluarga Jokowi nanti bolak-balik ke PDIP untuk dapat denger nasihat,” pungkas Rocky.

Sumber: newsoworthy