Komentari Pidato Jokowi, Amien Rais Sebut seperti Seekor Kera Tingak-tinguk Kena Tulup

Komentari Pidato Jokowi, Amien Rais Sebut seperti Seekor Kera Tingak-tinguk Kena Tulup

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais masih yakin kalau Jokowi tetap menginginkan jabatan tiga periode seperti yang pernah muncul di wacana publik dan memang hal itu bukan isapan jempol belaka.

Amien mengamati dari pidato politik Jokowi di hadapan relawannya di acara Musra di Istora Senayan beberapa hari lalu.

"Saya khususkan alokasi waktu sekitar 30 menit kemarin 14 Mei untuk mendengar dan menyimak pidato Jokowi di depan puluhan ribu relawannya di Senayan. Pidato sepanjang 26 menit itu terasa sangat emosi sehingga beberapa bagian disampaikan oleh Jokowi dengan suara melengking dan juga cukup menggebu sehingga beberapa ekspresi wajahnya sangat serius dan seperti ada beban mental menyangkut masa depan Indonesia," kata Amien Rais di akun Youtube-nya.

Beberapa poin yang dibicarakan Jokowi dalam pidato, Amien Rais mengomentari, salah satunya adalah poin bahwa capres yang saat ini berkembang belum ada yang bisa menandinginya.

"Jokowi mengatakan carilah pemimpin yang tahu bagaimana memanfaatkan peluang, bukan duduk di Istana dan tinggal tanda tangan, kemudian presiden baru juga harus tahu strategi politik, ekonomi dan lain-lain. Juga ada satu penggal pidato Jokowi entah mengambil teori atau filsafat politik dari mana kata Jokowi sejak dulu sampai sekarang peradaban setiap bangsa hanya punya waktu sekitar 13 tahun saja sepanjang sejarah," kata Amien.

"Ini aneh sekali, kalau 13 tahun itu datang dan bangsa bersangkutan gagal merebut peluang untuk membawa kemajuan ya sudah bangsa itu kehilangan kesempatan dan tidak akan pernah memperoleh kesempatan lagi. Nah saya berpendapat bangsa yang punya pemimpin cerdas berilmu dan punya kearifan historis tentu akan bangkit lebih dahsyat lagi bila sampai gagal dalam 13 tahun pertamanya bukan lantas tingak-tinguk seperti seekor kera kena tulup, putus asa. Saya tidak dapat menduga siapa orangnya yang membisiki Pak Jokowi sehingga presiden kita itu sama sekali seperti tidak paham masalah," tegasnya.

"Perjalanan setiap bangsa itu kan selalu panjang puluhan dan ratusan tahun kadang up kadang down ini biasa.

"Jadi sampai saat ini Jokowi belum melihat capres dan cawapres yang kuat yang berani menghadapi tekanan asing yang menyatu dengan rakyat yang pandai mencari dan mengisi peluang dan berbagai keunggulan yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin.

"Jokowi mengentengkan capres yang ada dan belum ada sepadan dengan dia. Itu perasaan dia," tutupnya.

Sumber: wartaekonomi.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita