Diserang Netizen, Tim Kreatif Brownis Trans TV Minta Maaf Setelah Suruh Atlet Disabilitas ikuti Gerakan Senam

Diserang Netizen, Tim Kreatif Brownis Trans TV Minta Maaf Setelah Suruh Atlet Disabilitas ikuti Gerakan Senam

Gelora Media
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO  - Pasca viralnya cuplikan video yang beredar di sosial  media yang memperlihatkan momen sejumlah atlet nasional disabilitas diminta untuk menirukan gerakan senam pada tayangan program Brownis Trans TV pada Rabu, 17 Mei 2023 hingga menuai banyak kecaman dari para netizen. 

Diketahui juga, salah satu bintang tamu yang hadir dalam program acara tersebut adalah atlet sepak bola amputasi, Agung Rizki Satria. Agung kemudian buka suara dan membagikan cerita yang dialaminya saat diminta untuk mengikuti gerakan senam yang lebih mirip kearah joged.

Saat itu, tim kreatif Brownis menghadirkan bintang tamu instruktur senam yang sedang viral di TikTok, bernama Deo Valent. Selain Agung, ada dua bintang tamu atlet paralimpik lainnya, yaitu atlet atletik Joko Kuncoro Adi dan atlet tembak Yahas Nur Rahmat. Agung juga tak menampik dan mengungkapkan bahwa tim kreatif telah meminta maaf kepadanya.


Tim kreatif yang dimaksud Agung Rizki itu adalah seorang pria berkacamata yang mengenakan seragam hitam dan ikut menirukan gerakan senam Deo Valent.


"Ketika kami berkomunikasi, dia sudah meminta maaf karena dia (warganet) menyerangnya," ungkap Agung saat dihubungi pada Kamis (25/5/2023).


Agung menjelaskan bahwa tim kreatif sebenarnya tidak meminta bintang tamu atlet paralimpik untuk menirukan gerakan senam, mereka hanya diminta sebagai pembaca acara.



Awalnya, Deo Valent diminta untuk melemparkan tantangan kepada para host, yaitu Ivan Gunawan, Ayu Ting Ting, Wendi Cagur, dan Ruben Onsu untuk menirukan gerakan senam. Namun, salah satu host mengajak tiga atlet paralimpik tersebut untuk menirukan gerakan senam Deo Valent.

"Dalam naskah kreatifnya seperti itu, tantanglah para host-nya, tapi ternyata ada ajakan dari host, kita disuruh ikut juga," jelas Agung.

Agung mengaku bahwa dia ikut menirukan gerakan senam sebisa yang dia bisa lakukan.


"Saya hanya mengikuti gerakan yang saya bisa lakukan, terutama gerakan kaki yang saya miliki," ungkap Agung.

"Awalnya, saya juga merasa apakah ini benar-benar diikuti atau tidak, tapi teman sebelah kanan saya (Joko Kuncoro) juga ikut, jadi saya ikut," tambah Agung.

Namun, Agung mengaku mengalami kesulitan dalam menirukan gerakan senam di bagian tengah.


"Saat bagian tangan, sedikit sulit bagi saya, tapi saat saya mencoba, masih bisa sedikit-sedikit," ungkapnya.

"Saat pergantian musik yang kedua, saya tidak benar-benar mengikuti, hanya bergerak-gerak ditempat saja," lanjutnya.


Agung mengungkapkan bahwa hal tersebut sebenarnya tidak menjadi masalah baginya. Namun, dia juga memahami jika ada pandangan yang menganggap tayangan tersebut tidak pantas.

"Mungkin bagi mereka yang merasakan seperti saya, mungkin benar kata mereka (netizen) bahwa itu terasa tidak pas," kata Agung.

Agung mengakui bahwa ketika dirinya diajak untuk mengikuti gerakan senam, seketika itu dirinya teringat kembali memori saat masih duduk di bangku SMA.

"Enggak masalah sih, awalnya malu aja, kayak keinget lagi waktu di sekolah, waktu SMA, mau gerak ngikutin teman-teman tapi susah," ungkap Agung.


"Enggak sedih, emang pengen lebih ngikutin aja," lanjutnya.

Sebagai informasi, Agung Rizki Satria kehilangan kaki kanannya akibat terjadi kecelakaan saat berusia 7 tahun.

"Waktu itu masih kelas 2 SD, kecelakaan kaki saya putus," ujarnya.

Saat ini, Agung merupakan salah satu punggawa pemain Timnas Sepakbola Amputasi Indonesia yang telah memiliki banyak prestasi.

Salah satunya yakni pernah meraih kemenangan saat laga kedua Kualifikasi Piala Dunia Amputasi 2022 Zona Asia Timur. Agung dan kawan-kawan berhasil mengalahkan timnas Malaysia dengan skor telak 3-0. Bahkan, Agung Rizki merupakan salah satu pemain yang mencetak gol terbanyak yakni 5 gol selama babak kualifikasi tersebut.

Manajer Agung Rizki Satri, Dharma Wijayanto mengatakan bahwa saat ini Agung punya cita-cita untuk mengejar mimpinya agar bisa latihan dan bermain di club liga Eropa. Ia juga telah mempersiapkan portofolio Agung agar bisa dilirik pihak sponsor yang mau membantu membiayai dirinya bisa bermain di club-club Eropa.

“Agung ini punya mimpi buat main atau latihan diluar (luar negeri), dia lagi ngincer Chelsea, Juve, klub liga 1 inggris yang lagi bikin charity buat sepak bola amputasi. Jadi dikiranya Agung dateng buat ceritain mimpinya, taunya malah di ajak joged,” pungkas Dharma.

Sumber: suara