Politik Menggiring Bola, Rocky Gerung Sebut Jokowi Marah atas Ulah Megawati

Politik Menggiring Bola, Rocky Gerung Sebut Jokowi Marah atas Ulah Megawati

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Polemik tentang sepak bola Indonesia menjadi sorotan publik setelah federasi sepak bola dunia alias FIFA mencopot Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. 

Pengamat politik Rocky Gerung menilai ada silang kepentingan politik dalam negeri yang akhirnya membuat helatan Piala Dunia U-20 batal digelar. 

Urusan politik yang disinggung Rocky yakni tidak akurnya Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). 


Megawati melalui PDIP, lanjut Rocky, tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melakukan manuver politik kepada kader partainya, Jokowi. Kesempatan tersebut datang saat Timnas Israel sah menjadi peserta Piala Dunia U-22. 



"Terlihat betul bahwa apapun aspek yang memungkinkan PDIP menjewer kembali Jokowi akan dilakukan tanpa dia mikir panjang tuh akibatnya bagi persepakbolaan Indonesia," ucap Rocky melalui unggahan video di kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Minggu (2/4/2023).

Alhasil, ucap dia, setelah skenario menolak kedatangan Timnas Israel ke Indonesia, maka efek yang kemudian ditimbulkan sungguh di luar kendali. Ya, FIFA membatalkan helatan Piala Dunia U-20 di Indonesia ditambah federasi yang dipimpin oleh Gianni Infantino tersebut tengah meramu sanksi untuk Indonesia. 



"Kalau seandainya FIFA tau latar belakang persaingan ini, FIFA kaget-kaget. Kan yang kita coba baca penalti dari FIFA itu, tetapi di belakang penalti atau potensi penalti itu berantakanlah persiapan Indonesia untuk tampil di dalam even-even internasional," ucapnya.


"Permainan bola antara Megawati dan Jokowi yang menghasilkan kekacauan semacam ini," tambahnya. 

Rocky mengatakan masalah politik Israel dan Palestina menjadi semacam jalan untuk saling menunjukkan siapa yang lebih berkuasa antara dua politisi PDIP yakni Megawati atau Jokowi.


"Jadi kalau disebut politik Israel dan Palestina kita udah tahu sama-sama tuh tapi masalahnya FIFA dan batalnya U-20 itu disebabkan persaingan dua politisi yaitu Megawati dan Jokowi," katanya. 

Namun, lanjutnya, Jokowi tentu marah besar karena sekarang reputasinya menurun akibat batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Rocky mengatakan sosok yang paling cocok disalahkan Jokowi atas masalah ini yakni Megawati. 

"Ini jokowi marah betul, marah besar karena dia gagal lagi untuk nambah reputasi beliau," ucap dia. 

"Ke siapa semua ini mesti disalahkan ya pasti ke Megawati kan, Ini cuma problem awal Megawati atau PDIP itu nggak menginginkan padahal Jokowi udah ngasih sinyal ya udah ini penting," tambahnya.

Diawali penolakan Timnas Israel

Dua kader PDIP, Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kompak menolak keikutsertaan Timnas Israel di ajang Piala Dunia U-20 yang rencananya diselenggakan di Indonesia. 

Melansir LIKS--jaringan Suara.com, Koster melalui surat tertanggal 14 Maret 2023 yang dilayangkan Koster kepada Pelaksana Tugas Menteri Pemuda dan Olahrga Muhadjir Effendy berisi permintaannya agar Menpora RI menerbitkan kebijakan tentang larangan Timnas Israel berlaga di Pulau Bali.

“Kami, Pemerintah Provinsi Bali menyatakan menolak keikutsertaan tim dari negara Israel untuk bertanding di Provinsi Bali,” bunyi penegasan pada paragraf keempat surat tersebut.

Selang beberapa hari berikutnya, Ganjar yang ikutan menolak kedatangan Timnas Israel di ajang Piala Dunia U-20 di Indonesia.

“Kita sudah tahu bagaimana komitmen Bung Karno terhadap Palestina, baik yang disuarakan dalam Konferensi Asia Afrika, Gerakan Non Blok, maupun Conference of the New Emerging Forces. Jadi ya kita ikut amanat beliau," ujarnya.

Setelah isu penolakan tersebut ramai, akhirnya FIFA menghapus Indonesia sebagai tuan rumah helatan Piala Dunia U-20. Melalui keterangan resminya, FIFA pun tengah membahas sanksi yang akan dijatuhkan kepada sepak bola Indonesia. 

Namun, belakangan Ganjar tampil berbeda di hadapan media. Politisi PDIP tersebut intinya kecewa karena FIFA membatalkan Indonesia menjadi host Piala Dunia U-20 2023. 

“Ya kecewalah, kita sudah siapkan sejak awal kok, kan tinggal beberapa catatan saja yang bisa kita lakukan,” kata Ganjar Kamis (30/3/2023) sebagimana melansir Antara.

Sementara, Koster tampak menghindar saat diberi pertanyaan tentang sikapnya menolak Timnas Israel berlaga di Bali dalam ajang Piala Dunia U-20 2023. "Haduh, bukan sikap saya, sikap pemerintah juga," kata Koster. 

Sumber: suara
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita