Anies Baswedan Mulai Diloloskan dalam Kasus Formula E, Rocky Gerung: Ada Tukar Tambah
logo
arrow-down-drop-circle

5 Maret 2023

Anies Baswedan Mulai Diloloskan dalam Kasus Formula E, Rocky Gerung: Ada Tukar Tambah

Anies Baswedan Mulai Diloloskan dalam Kasus Formula E, Rocky Gerung: Ada Tukar Tambah


GELORA.CO - Pengamat politik Rocky Gerung melihat bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mulai diloloskan dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan Formula E atau ajang balap mobil listrik.

Hal ini terkait dengan Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Prasetyo Edi Marsudi dan mantu Presiden Jokowi, Wali Kota Medan Bobby Nasution yang sempat didapuk menjadi panitia dalam Formula E besutan Anies Baswedan.

Sehingga membuat Ketua KPK Firli Bahuri harus mempertimbangkan untuk memasukkan Anies Baswedan dalam perkara Formula E.

Berdasarkan hal ini, terlihat kemungkinan bakal capres NasDem itu akan diloloskan dalam kasus Formula E, namun pasti bukan tanpa sebab, Rocky menilai telah terjadi tukar tambah sebelumnya.

"Kita mungkin bisa dengan cepat melihat bahwa Anies mungkin sudah mulai diloloskan, itu artinya udah ada tukar tambah juga dengan Anies, jadi Anies juga jadi ukuran kita kalau dia nggak lagi dihalangi itu berarti ada tukar tambah," ungkapnya.

Namun tidak diketahui tukar tambah dengan apa dan siapa, selain itu koalisi perubahan yang berisi Partai NasDem, Demokrat, dan PKS juga telah mengganti tagline menjadi koalisi perubahan dan perbaikan.

"Yang kita tanyakan terus tukar tambah dengan siapa Anies, kan koalisi perubahan udah ganti tagline-nya kan bukan lagi koalisi perubahan, tapi koalisi perubahan dan perbaikan," ucapnya dikutip WE NewsWorthy dari YouTube Rocky Gerung Official, Minggu (5/3).

Perubahan tagline koalisi pengusung Anies berpotensi menandakan perbaikan hubungan dengan oligarki, ini kemungkinan menjadi alasan mantan Menteri Pendidikan itu tidak akan dihalangi menuju Pilpres 2024.

"Jadi mungkin udah ada perbaikan relasi dengan oligarki, sangat mungkin begitu juga, tapi tetep kita hanya ingin menganalisis bahwa etik yang kita anggap sebagai berbahaya di dalam rangka menegakkan moral politik bangsa itu akan kita kritik terus," tandasnya.

Sumber: newsworthy