Data BPS: Jumlah Orang Miskin Naik, Jatim dan Jateng Paling Banyak

Data BPS: Jumlah Orang Miskin Naik, Jatim dan Jateng Paling Banyak

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin meningkat sekitar 200 ribu orang pada September 2022 dibandingkan enam bulan sebelumnya. Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan kenaikan ini terjadi setelah pemerintah menaikkan harga BBM.  

"Kenaikan harga BBM diiringi dengan meningkatnya kemiskinan, terlihat dari kemiskinan September 2022 naik tipis dibandingkan Maret 2022, namun turun dari September 2021," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers daring, Senin (16/1).

Menurut Margo, hampir separuh dari penambahan orang miskin tersebut berasal dari tiga provinsi di pulau Jawa, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah dan Banten. Adapun secara keseluruhan, jumlah orang miskin di Indonesia pada September 2022 sebanyak 26,36 juta atau 9,57% dari total penduduk Indonesia. 

Meski naik dari enam bulan sebelumnya, tetapi dibandingkan September 2021 jumlah orang miskin di Indonesia masih turun 140 ribu orang. Adapun penduduk kategori miskin merupakan mereka yang pengeluaran bulanannya di bawah garis kemiskinan (GK). Untuk besaran GK pada September sebesar Rp 535.547 atau kenaikan 5,95% dibandingkan Maret 2022.

BPS mencatat, kenaikan besaran garis kemiskinan terjadi seiring dengan kenaikan sejumlah komoditas pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat miskin. Margo mengatakan kenaikan tersebut dipicu salah satunya oleh kenaikan harga BBM. 

Lebih jauh, BPS memerinci hampir sepertiga dari formula garis kemiskinan disumbangkan oleh harga makanan. Karena itu, kenaikan harga pangan akan memicu kenaikan GK, yang kemudian mendorong makin banyak orang masuk kategori miskin.

Pada perhitungan BPS,  harga beras naik 1,5% sepanjang tahun lalu, gula pasir 2,4%, tepung terigu 14%, cabai merah 42,6% dan telur ayam ras 19%. Beberapa harga barang non pangan juga naik seperti kontrak rumah 1% dan LPG tabung 3 Kg 1,6%.

"Jadi, penyesuaian harga BBM berdampak pada kenaikan harga-harga yang harus dibayar kelompok masyarakat miskin, dan mempengaruhi daya beli mereka," kata Margo.

Kenaikan jumlah penduduk miskin terjadi di 26 provinsi, terutama di Jawa Timur yang kenaikannya hingga 55,22 ribu orang atau seperempat dari total kenaikan pada September 2022. Sebaliknya, delapan provinsi mencatat penurunan jumlah kemiskinan, terutama di Jawa Barat sebanyak 17,36 ribu orang.

Lima provinsi dengan penambahan jumlah orang miskin terbanyak pada September 2022 dibandingkan Maret 2022,

1. Jawa Timur 55,22 ribu orang

2. Jawa Tengah 26,79 ribu orang

3. Nusa Tenggara Timur 17,55 ribu orang

4. Banten 15,64 ribu orang

5. Papua 14,2 ribu orang

Sebaliknya, berikut daftar lima provinsi dengan penurunan orang miskin paling banyak,

1. Jawa Barat 17,36 ribu orang

2. DKI Jakarta 7,11 ribu orang

3. Lampung 6,82 ribu orang

4. Sumatera Utara 6,1 ribu orang

5. Bengkulu 4,3 ribu orang

Sumber: katadata
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita