Viral Disebut PKB Mau Dibajak, Apa Yang Sebenarnya Terjadi?

Viral Disebut PKB Mau Dibajak, Apa Yang Sebenarnya Terjadi?

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -Politikus Umar Hasibuan mengklaim ada pihak yang hendak maju sebagai calon presiden di Pemilu 2024 mau membajak PKB dengan berbagai cara. Meski demikian, Umar tak membeberkan siapa nama yang hendak membajak partainya itu. 

Pada cuitan di akun Twitter pribadinya yang dipantau, Rabu (18/5/2022), Umar mengatakan PKB tengah diserang dan ada upaya untuk menghabisi Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dari posisinya sebagai ketua umum saat ini.


Sebagai informasi, PKB masih berkeinginan untuk mengusung Cak Imin sebagai calon presiden. Cak Imin juga berencana tetap akan maju menjadi calon presiden. Bahkan, beberapa pihak telah mendeklarasikan Cak Imin untuk maju di Pilpres 2024 belakangan ini.

Merespons deklarasi itu, Cak Imin menyatakan bahwa berbagai deklarasi dukungan terhadap dirinya untuk maju sebagai capres 2024 itu merupakan sebuah amanah yang mendorong dirinya untuk berjuang secara serius.

Cari Kambing Hitam
Mencermati fenomena itu, akademisi Sholeh Basyari menilai posisi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar semakin goyah, baik sebagai ketum maupun sebagai calon presiden dari PKB. Ia menduga bukan terjadi karena adanya pihak-pihak eksternal yang mengganggu, tapi karena adanya tekanan dari internal PKB sendiri.

"Kalau ada yang menyebut ada pihak luar yang ingin membajak PKB, itu jelas salah. Gimana caranya itu? Dan sepertinya orang yang menyebut itu, hanya sekedar untuk menutupi kegamangan dan ketakutan Cak Imin yang posisinya semakin goyah," ujarnya.

Ia menambahkan, kegoyahan posisi Muhaimin itu bukan lagi sekedar isu semata. "Karena sudah sangat terbuka ke publik, apalagi sejak muktamar NU di Lampung, Desember 2021 lalu," kata dia.

"Saya malah melihat semakin ada pendukung Cak Imin yang berkomentar, maka semakin terlihat ketakutan itu. Sehingga mencari-cari pihak yang akan menjadi kambing hitam," lanjutnya.

PKB, kata dia, terbentuk dan terbangun dari beberapa tonggak, antara lain adalah NU dan Gusdurian. Ia mengatakan saat ini dua tonggak besar itu tidak mendukung Muhaimin bahkan cenderung berkonflik.

"Itu semua terbuka kok, ada para senior-senior partai yang bermain sendiri-sendiri. Bahkan ada juga petinggi partai yang terang-terangan akan mendukung capres lain. Jadi jangan bawa-bawa pihak eksternal, memang kondisinya di dalam partai itu sudah retak kok. Dan sudah banyak yang gerah juga dengan kepemimpinan Cak Imin," pungkasnya.

Sumber: tvOne
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita