Gagal Panen, Petani di Lebak Luapkan Amarah dengan Bakar Tanaman Padi Miliknya Sendiri

Gagal Panen, Petani di Lebak Luapkan Amarah dengan Bakar Tanaman Padi Miliknya Sendiri

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -Para petani  di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak menjerit akan puluhan hektare sawah mereka yang kini mengalami puso alias gagal panen.

Mereka pun mengalami kerugian puluhan juta akibat padi yang telah mereka tanam beberapa bulan yang lalu akibat puso itu.



Usut punya usut, puso itu sendiri diakibatkan oleh rusaknya sumber air mereka akibat aktivitas perusahaan semen merah putih PT Cemindo Gemilang yang berada di daerah Bayah.

Untuk melampiaskan kekesalannya, para petani pun melakukan aksi bakar padi mereka yang sudah lagi tidak bisa dipanen.


"Tanaman Padi ini sengaja kita bakar , karena sudah tidak bisa diarah lagi (diambil padinya,-red). Mau tanam lagi juga  percuma, karena ini mah pastinya gagal panen," kata Endi kepada wartawan, Selasa (25/1/2022).

Endi pun mengaku bingung dengan kondisi saat ini, karena dipaksakan kembali ditanam tidak akan memungkinkan selama ada aktivitas tambang batu milik PT Cemindo Gemilang.


“Mau garap gimana? yang ada saya takut ketimpa batu dari lokasi tambang. Kalau lagi meledakan tambang, khawatir ada batu jatuh ke lokasi sawah saya. Ketimbang bahaya, mending saya enggak garap sawah itu,” timpalnya.

Sementara, Kepala Desa Bayah Timur Rafik Rahmat Taufik  mendesak pihak perusahaan agar bisa bertanggung jawab atas persoalan ini. Jangan sampai hadirnya industri di Kecamatan Bayah justru merugikan masyarakat.

"Mereka hadir harusnya memberi kesejahteraan, bukan sebaliknya,"tegasnya.

Hingga berita ini publish Poskota.co.id masih mengupayakan konfirmasi pihak PT Cemindo Gemilang, yang disebut-sebut salahsatu penyebab kekeringan pada persawahan warga Kecamatan Bayah. (Poskota)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita