Dudung: Kalau Reuni Kacau TNI akan Turun! Kenapa Harus Takut
logo

30 November 2021

Dudung: Kalau Reuni Kacau TNI akan Turun! Kenapa Harus Takut

Dudung: Kalau Reuni Kacau TNI akan Turun! Kenapa Harus Takut


GELORA.CO - Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Dudung Abdurachman mengomentari soal rencana kegiatan reuni yang melibatkan jumlah massa yang besar dalam beberapa hari. Jenderal Dudung menegaskan TNI bakal turun andai reuni itu kacau.

Namun tentunya TNI akan turun mengamankan kegiatan reuni itu dengan berkolaborasi dengan kepolisian. Tidak mungkin TNI terjun sendirian.

Jenderal Dudung menjawab pertanyaan sensitif soal andai kegiatan reuni yang melibatkan massa gede terjadi kisruh dalam kegiatan tersebut, apa yang dilakukan TNI AD. Pertanyaan itu disampaikan Deddy Corbuzier.

“Kalau reuni dilakukan lagi, dan terjadi kekacauan, apakah TNI akan turun?” tanya Deddy.

Jenderal Dudung tegas menjawabnya. “Turunlah, pasti dengan polisi. Polisi minta bantuan TNI. Selama ini kan kolaborasi, tujuannya mengamankan rakyat. Kenapa harus takut sama itu?” jelas Dudung di podcast Youtube Deddy Corbuzier, dikutip Selasa 30 November 2021.

“Yang serang saya ya kelompok-kelompok itulah, tapi kan yang pro ke saya juga banyak sekali,” kata Dudung.

Berkaitan dengan rencana kegiatan reuni, Ketua Panitia Reuni 212 tahun 2021, Ustaz Eka Jaya mengungkapkan acara reuni itu terbuka untuk umum.

Makanya siapapun boleh silakan menghadiri acara tersebut, pejabat negara dan elite TNI pun dipersilakan untuk datang Reuni 212.

Acara reuni ini, kata Ustaz Eka Jaya, adalah panggung silaturahmi dan persaudaraan tidak ada kepentingan politik apapun.

“Tentu kami persilakan juga kalau Presiden, Kapolri, Panglima TNI, termasuk KASAD mau hadir. Silakan masuk ikut dengan kita, kita ingin mengatakan bahwa ini sebagai tali persabatan, hari persaudaraan sedunia, tidak ada politik,” kata Ustaz Eka.

Ustaz Eka pun menyayangkan sikap aparat yang masih bersikeras tidak memberikan izin. Padahal pihak panitia sejauh ini menyanggupi aturan soal protokler kesehatan yang berlaku.

“Tapi pihak aparat masih bilang tidak bisa, padahal kita pangkas kan. Dan saya jamin steril, saya jamin aman, bahkan masuknya itu harus pakai barcode,” kata dia. (hops)