Keuntungan Freeport Sentuh Angka Rp105 Triliun, Natalius Pigai: Ini Tidak Adil bagi Papua

Keuntungan Freeport Sentuh Angka Rp105 Triliun, Natalius Pigai: Ini Tidak Adil bagi Papua

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Natalius Pigai memberi tanggapan atas klaim Menteri BUMN Erick Thohir menyebut keuntungan Freeport menyentuh Rp105 triliun atau naik 100 persen.

Pertumbuhan pendapatan PT Freeport yang diklaim pemerintah meningkat 100 persen mendapat respon dari aktivis HAM asal Papua, Natalius Pigai.

Menurut Natalius, rakyat Papua yang telah berdampingan dengan Freeport selama 52 tahun sama sekali tidak merasakan keuntungan dari eksplorasi kekayaan tanahnya sendiri.

Hal tersebut ditekankan Natalius Pigai dalam merespons klaim pemerintah yang menyebut keuntungan Freeport mencapai 100 persen sejak sahamnya diambil alih pemerintah sebesar 51 persen.

“Ini tidak adil bagi Papua. Papua dapat apa?” kata aktivis Natalius Pigai kepada redaksi, Rabu (13/10).

Klaim peningkatan keuntungan tersebut tidak benar-benar dirasakan sepenuhnya oleh rakyat.

Oleh karena itu, Natalius Pigai mengaku akan tetap menyuarakan kritik-kritiknya atas ketimpangan yang terjadi selama ini, khususnya yang dialami masyarakat Papua.

“Semua yang baik akan terlihat, yang buruk juga akan ketahuan. Saya bukan orang jahat, saya pembela kemanusiaan dan keadialan!” tutupnya.

Diketahui, Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut keuntungan Freeport akan menyentuh Rp 105 triliun.

Hal ini disampaikan saat peletakan batu pertama pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di kawasan ekonomi khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, Selasa kemarin (12/10),

Nilai tersebut naik 100 persen dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 50 triliun.

Menteri BUMN bahkan memproyeksikan keuntungan bersih Freeport tahun ini akan naik Rp 40 triliun dari tahun sebelumnya senilai Rp 10 triliun.[pojoksatu]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita