Kala Ridwan Kamil Pertimbangkan Maju Pilpres Lewat PAN
logo

6 Oktober 2021

Kala Ridwan Kamil Pertimbangkan Maju Pilpres Lewat PAN

Kala Ridwan Kamil Pertimbangkan Maju Pilpres Lewat PAN


GELORA.CO - Pilpres 2024 masih sekitar 3 tahun lagi. Namun, pembahasan mengenai kontestasi politik tingkat nasional itu terus menghangat.

Sejumlah nama disebut-sebut berpotensi menjadi capres maupun cawapres. Salah satunya adalah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Saat hadir dalam acara Workshop Nasional PAN di Bali, Selasa, 5 Oktober 2021, Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, mempertimbangkan maju dalam Pilpres 2024.

"Jadi, 2024 di mana takdir saya tersebut, bila jadi tidak masalah. Tapi, kalau ada sebuah pintu terbuka misalkan dari partai PAN, saya bismillah," kata Emil.

Meski demikian, ia mengaku tidak punya tim khusus dalam persiapannya maju dalam pilpres tersebut. Selain itu, Emil juga hingga saat ini masih belum menjadi anggota atau kader partai politik.

“Apakah periode kedua gubernur lagi atau tawaran nasional, itu saya sudah istikharah-kan. Tentu akan berlabuh di salah satu partai. Yang tentunya masih saya pikirkan baik-baik, salah satunya mungkin dari partai PAN,” ujarnya.

Namun, Emil tetap terbuka kepada parpol manapun termasuk PAN jika didorong maju sebagai calon di pemilu mendatang. Dia mengatakan bahwa semua parpol sudah berkomunikasi dengannya.

Ia juga menyadari masih terlalu dini menyampaikan niatnya maju sekarang ini. Oleh karena itu, ia masih menunggu dinamika politik yang berkembang termasuk rayuan dari PAN.

Sementara itu, gayung bersambut. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, mengaku menaruh hati kepada Emil.

Bagi dia, Emil adalah sosok pemimpin muda. Salah satu keberhasilan Emil saat memimpin Kota Bandung, adalah inspirasi.

"Ini saya jatuh cinta sama Kang Emil ini,” kata Zulkifli dalam kesempatan yang sama.

Emil mengakui aura dalam acara workshop PAN bagus dan membesarkan hati. Tapi, pilpres tidak tidak sesederhana seperti penglihatan sekarang.

"Tunggu di detik-detik akhir," katanya.

Dia pun mengungkapkan siapa pun yang mendukungnya, tidak boleh ditolak. Asal dukungannya baik, saling menguatkan.

"Pasti lah itu sebuah kerja sama politik yang ditunggu," tutur Emil.[viva]
close
Subscribe