Aksi Barbar Polisi Hajar Pengendara Motor, Kapolres dan Kasatlantas Minta Maaf ke Keluarga
logo

14 Oktober 2021

Aksi Barbar Polisi Hajar Pengendara Motor, Kapolres dan Kasatlantas Minta Maaf ke Keluarga

Aksi Barbar Polisi Hajar Pengendara Motor, Kapolres dan Kasatlantas Minta Maaf ke Keluarga


GELORA.CO -  Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Yemi Mandagi dan Kasat Lantas Polresta Deli Serdang, Kompol SL Widodo langsung meminta maaf kepada keluarga yang dianiaya oknum Polantas.

Aipda Goncalves Lumbantoruan sebelumnya menganiaya pengendara motor di jalan.

Bahkan, Kompol SL Widodo mencium tangan orangtua korban, ketika dipertemukan di Polresta Deli Serdang.

"Saya meminta maaf ya ibu atas perbuatan anak buah saya," kata Kompol SL Widodo pada Sugiani, Kamis (14/10/2021).

Sementara itu, Kombes Yemi Mandagi dan Wakapolresta Deliserdang, AKBP Julianto Sirait mengatakan pihaknya akan menanggung biaya pengobatan Andi Gultom, lelaki yang dipukuli oleh Aipda Goncalves Lumbantoruan.

"Kami akan bertanggungjawab untuk proses pengobatannya nanti, termasuk efek yang ditimbulkan," kata Yemi Mandagi.

Yemi mengakui bahwa Andi masih trauma, sehingga tidak datang ke Polresta Deliserdang.

Yemi menyebut apapun kondisinya tidak dibenarkan polisi menganiaya masyarakat.

Informasi yang dihimpun, pada saat kejadian sekira pukul 11.00 WIB, Aipda Goncalves Lumbantoruan sedang bertugas mengatur lalu lintas di Jalinsum simpang empat Cemara Lubukpakam.

Andi Gultom saat itu melintas dari arah Perbaungan dan berhenti di lampu merah.

Karena yang bersangkutan tidak mengenakan helm, polisi pun datang melakukan penindakan.

Lantaran tidak terima mau ditilang, sempat terjadi cekcok dan selanjutnya penganiayaan.

Dalam video setelah dianiaya, Andi pun sempat terlihat mengambil sesuatu yang diduga batu dan mau melemparkannya ke arah oknum polisi tersebut.

Kondisi itu pun kembali membuat oknum polisi marah dan kembali melakukan penganiayaan.

"Apapun kondisinya tidak dibenarkan anggota polisi itu melakukan hal seperti itu. Kalau dilempar batu, harus kita lempar kapas seperti itulah ibaratnya. Kalau berseragam polisi harus seperti itulah resikonya," kata Yemi.

Aksi barbar Polantas

Aipda Goncalves Lumbantorua  yang berdinas di Sat Lantas Polresta Deliserdang terekam kamera warga melakukan aksi barbar.

Di tengah jalan Aipda Goncalves Lumbantoruan memukuli Andi Gultom warga Tanjungmorawa.

Dalam video amatir yang beredar, Andi Gultom mulanya terduduk di tanah.

Kemudian Aipda Goncalves Lumbantoruan menarik jaket Andi.

Sejurus kemudian, bogem Aipda Goncalves Lumbantoruan mendarat di wajah Andi.

Andi yang kaget tergeletak di tanah.

Selanjutnya, Andi yang kalap mengambil batu dan berusaha melakukan perlawanan.

Namun, Aipda Goncalves Lumbantoruan bak kesetanan.

Dia kembali mendaratkan pukulan ke wajah Andi beberapa kali, hingga akhirnya Andi terduduk dilumpuhkan.

Melihat Andi dianiaya, sang ibu yang ada di lokasi berlari sambil teriak histeris.

Sang ibu tak kuasa melihat anaknya dianiaya sedemikian rupa oleh aparat penegak hukum, yang semestinya menjadi pengayom dan pelindung masyarakat.

"Pak polisi, pak polisi, pak polisi," teriak sang ibu berusaha menolong anaknya.

Dalam kondisi panik, sang ibu bertanya pada polisi tersebut, kenapa tega menganiaya anaknya.

"Kenapa bapak pukuli, ini anak ku ini," teriak sang ibu.

Melihat kejadian itu, sejumlah warga sempat melayangkan protes pada Aipda Goncalves Lumbantoruan.

Namun si polisi dengan pongahnya menunjuk-nunjuk korban yang tergeletak di jalan.

Menurut informasi, kejadian ini berlangsung pada Rabu (13/10/2021) di perempatan Simpang Cemara Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Lubukpakam.

Saat itu, korbannya disebut melakukan pelanggaran lalu lintas.

Video aksi barbar oknum polisi ini pun viral di media sosial.

Setelah videonya viral dan dikritik warga, Kapolresta Deliserdang, Kombes Yemi Mandagi buru-buru minta maaf atas tindakan arogan anak buahnya itu.

"Atas nama pimpinan Polda Sumut, Bapak Kapolda, saya Kapolresta mengucapkan permohonan maaf kepada ibu dan keluarga," kata Yemi, Kamis (14/10/2021).

Dia mengatakan, anak buahnya yang melakukan tindakan barbar di jalan raya itu sudah dinonaktifkan dan diperiksa Propam.

"Permohonan maaf yang sebesar besarnya saya sampaikan kepada seluruh warga masyarakat atas tindakan oknum tersebut. Terima kasih yang telah memberikan kontrol untuk kami yang memberikan pelayanan," ucap Yemi Mandagi.[tribun]
close
Subscribe