Viral Pedagang Wanita di Sumut Demo hingga Buka Baju, Begini Ceritanya
logo

3 September 2021

Viral Pedagang Wanita di Sumut Demo hingga Buka Baju, Begini Ceritanya

Viral Pedagang Wanita di Sumut Demo hingga Buka Baju, Begini Ceritanya


GELORA.CO - Sebuah video yang menunjukkan pedagang pasar di Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut), demo tolak penyekatan saat PPKM Level 4, viral. Salah seorang wanita pedagang pasar terlihat membuka baju saat demo.

Dilihat detikcom pada Jumat (3/9/2021), dalam video terlihat sejumlah pedagang yang melakukan demo di depan kantor DPRD Kota Pematangsiantar. Aksi demo pedagang ini dijaga oleh Satpol PP dan polisi.

Dalam aksi itu, terlihat seorang wanita yang berdiri di bagian depan membuka bajunya. Wanita itu terdengar berteriak menyampaikan penolakan terhadap penyekatan sambil memukul-mukul badannya.


Sejumlah orang di lokasi mencoba menenangkan wanita itu. Ada juga yang terlihat memasangkan baju ke wanita itu.

"Seorang wanita pedagang kaki lima (PKL) nekat membuka bajunya saat melakukan aksi unjuk rasa di DPRD Pematangsiantar Kamis (2/9/2021) siang," tulis narasi dalam video.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Pematangsiantar, Netty Sianturi, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. Netty mengatakan pedagang itu berasal dari Pasar Horas, Pematangsiantar.

"Iya (pedagang pasar horas). Pajak (pasar) horas itu, kan dia berjualan disitu, akses ke situ tutup. Kan nggak bisa orang masuk ke situ, nggak bisa berjualan," kata Netty saat dikonfirmasi.

Netty mengatakan saat demo itu dia yang menerima para pedagang karena berada di kantor. Dia menduga, wanita yang demo hingga buka baju itu karena terbawa emosi.

"Kalau menurut saya karena dia meluapkan emosinya tentang PPKM ini makanya sampai telanjang dada," tuturnya.

Netty mengatakan dirinya dapat menenangkan para pengunjuk rasa. Dia berjanji akan menyampaikan persoalan yang menjadi keluhan pengunjukrasa ke pimpinan DPRD dan Pemerintah Kota Pematangsiantar.

"Nanti kita bisa memohon ke pemerintah agar PPKM nya, penyekatannya dirubah saja, jangan di pajak horasnya ditutup karena kan di situ banyak berjualan," jelasnya(detik)