Taliban Kirim Surat Minta Berbicara di Sidang Umum PBB

Taliban Kirim Surat Minta Berbicara di Sidang Umum PBB

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Menteri Luar Negeri (Menlu) Taliban telah meminta untuk berbicara di depan para pemimpin dunia dalam Sidang Umum PBB minggu ini di New York.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (22/9/2021), juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan bahwa Duta Besar pemerintah Afghanistan yang digulingkan oleh Taliban bulan lalu, juga telah meminta untuk berpidato di depan Majelis Umum PBB tersebut. Saat ini PBB belum memutuskan siapa yang akan mewakili negara itu di badan dunia tersebut.

Kepada AFP, Dujarric mengatakan bahwa sebuah komite kredensial yang beranggotakan sembilan negara, kini akan memutuskan mengenai kedua permintaan tersebut.

Dujarric mengatakan bahwa Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menerima surat dari Amir Khan Muttaqi yang ditunjuk Taliban, "meminta untuk berpartisipasi" dalam pertemuan tingkat tinggi itu.

Dikatakan Dujarric, surat itu tertanggal Senin, 20 September - sehari sebelum sesi Sidang Umum PBB dimulai - dan mencantumkan Muttaqi sebagai "Menteri Luar Negeri."

Surat itu tidak merinci apakah Muttaqi ingin melakukan perjalanan ke New York untuk berpidato atau apakah Taliban akan mengirimkan pesan video yang direkam, seperti yang dilakukan banyak pemimpin tahun ini karena COVID-19.

Surat itu juga menunjukkan bahwa Ghulam Isaczai "tidak lagi mewakili" Afghanistan di PBB. Dia adalah Duta Besar untuk PBB dari pemerintah Afghanistan yang digulingkan dari kekuasaan pada Agustus, ketika pasukan militer AS keluar dari negara itu, mengakhiri perang 20 tahun mereka.

Surat itu menyebutkan bahwa Taliban telah mencalonkan juru bicara mereka yang berbasis di Qatar, Suhail Shaheen sebagai perwakilan tetap Afghanistan untuk PBB.

Surat yang memiliki kop surat "Emirat Islam Afghanistan, Kementerian Luar Negeri" itu, menyebut bahwa mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani "digulingkan" pada 15 Agustus, hari ketika dia meninggalkan negara itu.

"Negara-negara di seluruh dunia tidak lagi mengakui dia sebagai presiden," bunyi surat itu, menurut PBB.

Juru bicara PBB itu juga mengatakan bahwa Sekjen PBB Guterres telah menerima surat terpisah dari Isaczai, tertanggal 15 September, yang berisi daftar delegasi Afghanistan untuk sesi tersebut.

Surat itu mencantumkan Isaczai sebagai wakil tetap Afghanistan, kata Dujarric.

"Kedua komunikasi ini telah dikirim oleh sekretariat, setelah berkonsultasi dengan kantor presiden Majelis Umum, kepada anggota komite kredensial sesi ke-76 Majelis Umum," katanya.

Komite ini terdiri dari Rusia, China, Amerika Serikat, Swedia, Afrika Selatan, Sierra Leone, Chile, Bhutan, dan Bahama. [detik]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita