Praktik Ding Zhui: Orang Kaya di China Menyewa Orang Miskin untuk Gantikan Menjalani Hukuman
logo

4 September 2021

Praktik Ding Zhui: Orang Kaya di China Menyewa Orang Miskin untuk Gantikan Menjalani Hukuman

Praktik Ding Zhui: Orang Kaya di China Menyewa Orang Miskin untuk Gantikan Menjalani Hukuman


GELORA.CO - "Orang kaya atau Crazy Rich, mah, bebas." Mungkin istilah itu sudah kian santer terdengar di jagat media sosial karena banyak yang menjadikannya sebagai meme.

Namun, di China, "orang kaya, mah, bebas" benar-benar terjadi dalam sebuah praktik yang dikenal sebagai Ding Zhui alias penjahat pengganti. Praktik ini memungkinkan orang-orang kaya atau crazy rich untuk terhindar dari hukuman atas kejahatan yang dilakukannya.

Mengutip dari Independent, praktik Ding Zhui ini yang berarti penjahat pengganti, artinya penjahat sesungguhnya, terutama mereka yang sangat tajir, bisa menyewa orang lain untuk menggantikan dirinya menjalani proses hukum.

Biasanya, orang-orang miskin China yang menerima praktik Ding Zhui ini. Mereka terpaksa menjadi penjahat pengganti dan menjalani hukuman penjara demi duit untuk kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Terdengar kejam, namun begitu faktanya. Seperti kasus pada 2009 silam ketika seorang remaja dari anak orang kaya melakukan menabrak pejalan kaki di Jalan Kota Hanzhou, China.

Mobil yang dikendarai remaja itu melaju dengan kecepatan tinggi. Korban yang tertabrak sampai terlempar sejauh 20 meter. Sang pelaku kemudian hanya santai selepas kecelakaan yang merenggut korban jiwa itu. Dia juga merokok sambil menunggu polisi tiba.

Insiden itu kemudian viral. Lebih menghebohkan lagi ketika pengadilan hanya menjatuhi hukuman penjara tiga tahun.

Publik saat itu sangat marah lantaran seharusnya pelaku dihukum mati. Karena pelaku yang dalam keadaan mabuk dan mengemudi secara ugal-ugalan lebih pantas menerima hukuman mati itu.

Lebih mengagetkan lagi ketika pelaku yang dimunculkan ke pengadilan bukanlah pelaku sebenarnya. Seorang remaja yang duduk di kursi terdakwa kuat dugaan adalah orang sewaan.

Dia dibayar dua kali lipat, untuk menjadi 'joki' dalam pengadilan dan menggantikan pelaku yang sebenarnya.

Sejatinya praktik semacam ini bukan lagi rahasia di China. Menariknya, menurut laporan The Sydney Morning Herald, fenomena ini telah diketahui oleh beberapa penegak hukum di China.

Di sisi lain, fenomena Ding Zhui ini telah mengakar pada budaya kapitalisme di China. Dalam artian siapapun yang kuat secara finansial mereka bisa memiliki segalanya. Efek domino yang ditimbulkan juga berpengaruh sistem keadilan dan hukum, di mana uang bisa membeli joki.

Praktik ini menjadi perhatian publik usai diposting akun @nilai100 di Instagram. Beberapa warganet merespons dengan ragam komentar.

"Bukan cuma di China deh," celetuk @lukiknulhaki.

"Di wkwk land gak perlu pake pengganti, penjaranya aja kayak hotel ya betah. Apalagi dapet bonus diskon masa tahanan," timpal @choco__matcha.

"Di +62 ada? Nabrak orang malah kabur, kalo nabrak kucing baru dikuburkan," tambah @nurdinelbantany. [kumparan]