Politikus PAN Ingatkan Kepala BPIP: Jangan Mencla-mencle dan Timbulkan Kegaduhan
logo

20 September 2021

Politikus PAN Ingatkan Kepala BPIP: Jangan Mencla-mencle dan Timbulkan Kegaduhan

Politikus PAN Ingatkan Kepala BPIP: Jangan Mencla-mencle dan Timbulkan Kegaduhan


GELORA.CO - Anggota Komisi II DPR Fraksi PAN Guspardi Gaus meminta Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi lebih konsisten dalam menjalankan program. Ia mewanti-wanti Yudian, jangan sampai hal kontroversial seperti tema lomba menulis BPIP pada Agustus lalu terulang.

“Buat Kepala BPIP, sekretarisnya memang gigih melobi tambahan anggaran ke Komisi II dalam rangka penguatan ideologi Pancasila dan ini tugas dan tanggung jawab kita. Tapi harapan saya, jangan mencla-mencle lagi,” kata Guspardi dalam rapat bersama Mensesneg, Menseskab, dan Kepala KSP di Gedung DPR, Senayan, Senin (20/9).

“Kayak kemaren itu [tema lomba menulis], hal yang enggak pas itu enggak usahlah, menimbulkan kegaduhan. Padahal ini [penguatan ideologi] hal yang sangat penting buat kita, bagaimana pengamalan Pancasila itu sesuai harapan dan keinginan,” imbuh dia.

Sementara itu, BPIP telah mendapatkan anggaran Rp 343,9 miliar untuk penguatan ideologi Pancasila di 2022. Anggaran untuk penguatan ideologi Pancasila pertama kali ditetapkan sebesar Rp 193,9 miliar dalam RAPBN 2022, namun sejalan dengan pembahasan di DPR RI anggaran ditambah Rp 150 miliar.

Kendati melontarkan kritik, Guspardi juga menyatakan apresiasinya atas usaha BPIP dalam merealisasikan program-program penguatan Pancasila. Sehingga dia berharap anggaran yang telah disetujui tersebut dapat merealisasikan lebih banyak program-program bermanfaat dari BPIP kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan tambahan Rp 150 M, harapan BPIP tercapai dan masyarakat apresiasi kinerjanya,” ucap dia.

Pada Agustus lalu, BPIP membuat tema lomba kontroversial yang berujung menuai kritik publik. Sebab lomba tulis nasional itu bertema 'Hormat Bendera Menurut Islam' dan 'Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam'.

Lomba itu dianggap membenturkan Pancasila dengan Islam. Akibatnya, sejumlah tokoh bahkan menyerukan pembubaran BPIP, di antaranya Waketum MUI Anwar Abbas, Waketum Gerindra Fadli Zon hingga politikus PKS Refrizal.

Namun setelah memicu polemik, BPIP meminta maaf dan mengganti tema lomba karya tulis tersebut. [kumparan]
close
Subscribe