Paus Fransiskus: Hentikan Membangun Demokrasi di Negara Lain dan Mengabaikan Tradisi Masyarakat
logo

2 September 2021

Paus Fransiskus: Hentikan Membangun Demokrasi di Negara Lain dan Mengabaikan Tradisi Masyarakat

Paus Fransiskus: Hentikan Membangun Demokrasi di Negara Lain dan Mengabaikan Tradisi Masyarakat


GELORA.CO -  Situasi di Afghanistan menjadi semakin rumit sebab tidak semua kemungkinan diperhitungkan dengan matang. Dalam wawancaranya selama satu jam dengan radio Spanyol, Paus Fransiskus mengomentari konsekwensi dari penarikan pasukan AS serta adanya campur tangan dari berbagai pihak.

Paus juga mengkritik keterlibatan Barat selama dua dekade di Afghanistan sebagai upaya orang luar untuk memaksakan demokrasi.

"Tidak semua kemungkinan diperhitungkan di sini, saya tidak ingin menghakimi, tapi bisa saja ada banyak muslihat di pihak otoritas baru di negara yang dilanda perang," katanya dalam wawancara dengan radio Spanyol, COPE pada Rabu (1/9), seperti dikutip dari Washington Post.

Saat ditanya tentang peta politik baru yang terbentuk di Afghanistan setelah Taliban berkuasa, Paus mengatakan dia akan menjawab dengan kutipan dari Kanselir Jerman, yang dia gambarkan sebagai salah satu tokoh politik terbesar di dunia.

“Kebijakan intervensi yang tidak bertanggung jawab dari luar, membangun demokrasi di negara lain, dan mengabaikan tradisi masyarakat, itu semua perlu diakhiri," kata Paus, menggunakan terjemahannya sendiri ke dalam bahasa Spanyol.

Namun, sebenarnya kata-kata itu adalah kutipan dari Presiden Rusia Vladimir Putin saat pertemuannya dengan Angela Merkel di Moskow bulan lalu.

Selama pertemuan pada 20 Agustus, Putin dengan pedas mengkritik Barat atas Afghanistan, mengatakan bahwa serangan cepat Taliban atas negara itu menunjukkan kesia-siaan upaya Barat untuk menegakkan visi demokrasinya sendiri.

Merkel, sementara itu, mendesak Rusia untuk menggunakan kontaknya dengan Taliban untuk menekan warga Afghanistan yang membantu Jerman agar diizinkan meninggalkan Afghanistan.

Dalam wawancaranya, Paus memastikan bahwa diplomat tinggi Vatikan telah menawarkan bantuan untuk Afghansitan. Gereja Katolik juga telah aktif dalam memberikan bantuan amal dan koridor kemanusiaan untuk membantu warga Afghanistan mencari tempat yang aman di tempat lain.

Paus mengimbau kepada masyarakat luas untuk sama-sama mendoakan mereka yang berada dalam kesulitan di Afghanistan dengan doa dan berpuasa. [rmol]