Dua Bocah Jadi Penambang Uang Kripto Hasilkan Rp 427 Juta per Bulan, Caranya?
logo

3 September 2021

Dua Bocah Jadi Penambang Uang Kripto Hasilkan Rp 427 Juta per Bulan, Caranya?

Dua Bocah Jadi Penambang Uang Kripto Hasilkan Rp 427 Juta per Bulan, Caranya?


GELORA.CO - Kakak beradik berusia 9 dan 14 tahun menghasilkan lebih dari US$ 30 ribu atau setara Rp 427 juta per bulan dari menambang mata uang kripto atau cryptocurrency. Kedua saudara kandung tersebut adalah Ishaan Thakur yang berusia 14 tahun dan saudara perempuannya, Aanya yang berusia 9 tahun.

Mereka menghabiskan musim panas untuk membangun bisnis penambangan cryptocurrency yang menguntungkan. "Kami memulai karena ingin mempelajari sesuatu yang baru tentang teknologi dan juga menghasilkan uang sepanjang jalan," kata Ishaan seperti dikutip dari CNBC, Kamis, 2 September 2021.

Setiap bulan mereka menghasilkan lebih dari US$ 30.000 menambang tiga koin digital Bitcoin yang merupakan uang kripto terbesar berdasarkan nilai pasar; eter terbesar kedua; dan ravencoin, altcoin yang masuk 100 besar.

Untuk melakukan ini, Ishaan dan Aanya, yang berbasis di Frisco, Texas, harus belajar cara menambang dan itu bukan hal mudah. Saat menambang untuk mendapatkan mata uang kripto seperti bitcoin dan eter, komputer telah diprogram untuk bersaing memecahkan teka-teki sulit guna memvalidasi transaksi.

“Penambangan kripto sama seperti menambang emas atau berlian,” kata Ishaan. “Daripada menggunakan sekop, Anda menambang dengan komputer. Alih-alih menemukan sepotong emas atau berlian di tambang, Anda menemukan cryptocurrency.”

Setelah menonton video di YouTube dan mencari di internet, Ishaan mengubah Alienware-nya, sejenis komputer game yang populer, menjadi rig penambangan eter pada bulan April.

Kegiatan Ishaan dan Aanya didukung penuh oleh orang tua mereka. “Kami bisa menghabiskan seluruh musim panas bermain video game, tetapi kami menggunakan waktu luang untuk belajar tentang teknologi,” kata Ishaan.

Mereka memulai dengan eter, karena menambang bitcoin sangat sulit. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang melonjak, persaingan saat menambang bitcoin bisa lebih ketat. "Pada hari pertama, saya menghasilkan US$ 3,” kata Ishaan.

Untuk meresmikan bisnis, Ishaan dan Aanya mendirikan perusahaan pertambangan mereka sendiri, Flifer Technologies, dengan bantuan ayah mereka, Manish Raj, pada 30 April.

“Kami sangat menyukainya sehingga kami mulai menambahkan lebih banyak prosesor (atau chip), dan menghasilkan US$ 1.000 di bulan pertama kami pada Mei," kata Ishaan.

Meski Ishaan dan Aanya telah sukses, prosesnya jauh dari mudah. Selain sangat rumit, penambangan tentu tidak murah, karena membutuhkan peralatan yang mahal, banyak energi dan daya komputer.

Ishaan dan Aanya misalnya, memiliki lebih dari 97 prosesor, yang dibantu oleh ayah mereka Raj, seorang mantan bankir investasi, yang mengambil pinjaman.

Raj menolak untuk mengungkapkan jumlah pinjaman. Namun kekurangan chip komputer di seluruh dunia membuat peralatan menambang uang kripto jauh lebih sulit dan harganya mahal. [tempo]