Begini Rekam Jejak Jaka Ramadan Sang Pengawal Ali Kalora

Begini Rekam Jejak Jaka Ramadan Sang Pengawal Ali Kalora

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur Ali Kalora bersama pengawalnya, Jaka Ramadan ditembak mati. Jaka sudah belasan tahun meninggalkan rumahnya di Pandeglang.

Menurut pengakuan Ketua RT setempat Nana, sejak lulus SMP, Jaka sudah tak terlihat lagi berada di rumahnya. Hingga akhirnya, warga mendapat kabar pengawal Ali Kalora yang ditembak mati Satgas Madago Raya.

"Katanya waktu itu dibawa sama mamangnya masuk pesantren ke Malingping. Setelah itu enggak ada kabar lagi soal si Jaka ini," katanya saat ditemui detikcom di rumahnya, Bojong, Pandeglang, Senin (20/9/2021).

Beberapa tahun berselang, warga kembali mendapat kabar Jaka sudah berada di Syuriah dan ikut latihan perang di sana bersama warga Indonesia yang lain. Setelah dari sana, Jaka dikabarkan sudah berada di Poso, Sulawesi Tengah dan ikut dengan kelompok Ali Kalora cs yang saat itu masih dipimpin oleh Santoso.

"Tahu-tahu warga dapat kabar katanya Jaka sudah di Poso. Dia waktu itu ikut sama sepupunya ke sana yang mondok bareng di Malingping," ungkap Nana.

Setelah beberapa tahun tak mendapat kabar lagi soal Jaka, warga pun akhirnya mendapat informasi pengawal Ali Kalora ini sudah tewas ditembak Satgas Madago Raya wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng. Sang ibu pun sudah diberi kabar tersebut dan mengikhlaskan kematian anaknya.

"Sudah ada keputusan dari ibunya jenazah si Jaka ini enggak usah dibawa ke sini, dikuburkan di sana aja karena ibunya udah ikhlas. Ibunya juga udah nitip, sekarang enggak mau diganggu dulu sama orang lain, lagi pengen menyendiri setelah dapat kematian si Jaka," pungkasnya.

Diketahui, Satgas Madago Raya menembak mati pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora dan pengawalnya Jaka Ramadan. Baku tembak ini terjadi pada Sabtu (18/9/2021) di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng.

Ali Kalora sendiri sebelum tewas ditembak bersama anak buahnya masuk dalam enam DPO Satgas Madago Raya. Keempat DPO itu adalah warga Bima.

Satgas Madago Raya pun masih memburu 4 anggota MIT yang menjadi DPO usai pimpinan mereka Ali Kalora tewas ditembak. Satgas berharap operasi pengejaran itu segera tuntas.(detik)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita