Apakah Penyerangan Ulama Ada Indikasi Komunis? Gatot: Peristiwa 1948 dan 1965 Dilalui dengan Itu
logo

30 September 2021

Apakah Penyerangan Ulama Ada Indikasi Komunis? Gatot: Peristiwa 1948 dan 1965 Dilalui dengan Itu

Apakah Penyerangan Ulama Ada Indikasi Komunis? Gatot: Peristiwa 1948 dan 1965 Dilalui dengan Itu


GELORA.CO - Eks Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo menyinggung maraknya ustaz atau ulama belakangan diserang oleh orang yang disebut gila. Hal itu dia sampaikan saat diwawancarai jurnalis senior Karni Ilyas di saluran Youtubenya, yang tayang Rabu 29 September 2021.

“Apakah jenderal melihat banyaknya penyerangan terhadap ustaz atau ulama yang dibilang orang gila yang melakukan, ada kaitan dan indikasi-indikasi komunis?” tanya Karni Ilyas, dikutip Hops.id, Kamis 30 September 2021.

Terkait hal banyaknya ustaz diserang, Gatot menyatakan kemungkinan demikian. “Dari peristiwa 1948 dan 1965 (gerakan PKI), biasanya pasti dilalui dengan itu,” katanya.

Kata Gatot, ketika itu, memang banyak ustaz yang diserang termasuk juga santri-santri yang disikat, dibunuh dan tak tahu dimana kuburnya. Hal itu setidaknya, kata Gatot, bisa terlihat jika kita mengunjungi Jawa Timur, banyak makam tak bernama yang disebut kuburan para kiyai dan santri atas kekejaman PKI.

Gatot mengaku heran, sejak dulu, mengapa orang gila itu hanya menyerang para kiyai dan santri saja. “Tapi gilanya sama kiyai saja,” kata dia.

“Mungkin orang awam yang lihat ini biasa saja, tapi bagi saya yang seorang militer dan tahu-tahu sedikit tentang intelijen, indikasi-indikasi ini jadi satu kalimat,” katanya.

Dari sanalah Gatot kemudian rajin menggelorakan waspada gerakan komunisme dan bangkitnya PKI di era saat ini. Sebab mereka diperkirakan masih terus melakukan gerakan.

“Maka kewajiban saya mengingatkan, karena jelas dari dulu musuh utama PKI adalah Angkatan Darat dan Islam,” katanya. [hops]
close
Subscribe