Wajar PKB Sarankan Mensos Risma Mundur
logo

31 Agustus 2021

Wajar PKB Sarankan Mensos Risma Mundur

Wajar PKB Sarankan Mensos Risma Mundur


GELORA.CO - Saran Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid agar Menteri Sosial Tri Rismaharini mundur jika kerjanya hanya marah-marah dan menunjukkannya ke publik dinilai sudah tepat.

"Memang jika dibanding kinerja, tampak lebih menonjol adalah aksi marah-marah," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Selasa siang (31/8).



Menurut Dedi Kurnia, ketika Menteri lebih mengedepankan popularitas ketimbang hasil kerja yang signifikan, maka lebih baik diganti dengan anak bangsa yang lain yang tidak gemar membangun popularitas.

"Dengan kondisi itu, wajar saja (Waketum) PKB sebagai mitra koalisi merasa perlu mendesak presiden untuk mengganti Risma, jangan sampai agenda kementerian menjadi panggung politik guna memupuk popularitas semata," pungkasnya.

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menyarankan agar Risma mundur dari jabatan menteri jika memang sudah tidak bisa mencari solusi.

"Tidak ada gunanya marah-marah lah. Kalau marah-marah terus kan mending mundur aja. Artinya kan enggak mampu bekerja," ujar Jazilul di Media Center DPR RI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/8).

Menurut Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKB ini, aksi marah-marah Risma membuktikan ketidakmampuan mengkoordinir anak buahnya yang seharusnya bisa dievaluasi di internal Kementerian Sosial. Apalagi, penyaluran bansos yang dipersoalkan Risma merupakan kewenangan Kementerian Sosial RI.

"Oleh sebab itu yang dipentingkan hari ini koreksi yang di dalam (pegawai Kemensos)," kata Jazilul.

Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini sempat mengamuk di sebuah forum di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Dalam sebuah video yang beredar di jagat maya, mantan Walikota Surabaya itu terlihat menuding-nuding lembaga perbankan, yang kemudian meminta semua pihak untuk bersinergi agar penyaluran bansos tidak lagi terlambat.

"Omong kosong. Itu sebenarnya kita yang harus jawab. Sementara kamu seperti itu," cetus Risma sembari menunjuk ke arah pihak yang ia tuding dengan nada tinggi. (RMOL)