Pria di Sulsel Ngaku Dianiaya Polisi-Ditodong Senjata Saat Cari Susu Bayinya
logo

25 Agustus 2021

Pria di Sulsel Ngaku Dianiaya Polisi-Ditodong Senjata Saat Cari Susu Bayinya

Pria di Sulsel Ngaku Dianiaya Polisi-Ditodong Senjata Saat Cari Susu Bayinya


GELORA.CO - Seorang pria di Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Saenal (20) mengaku dianiaya polisi hingga ditodong laras panjang saat hendak mencari susu buat bayinya yang berumur 14 bulan. 

Polres Bulukumba memberi klarifikasi dan membantah pengakuan Saenal tersebut.
Saenal mengaku penganiayaan disertai aksi todong laras panjang terjadi di depan RSUD Andi Sultan Daeng Radja Bulukumba, Jalan Sarikaya, Rabu (25/8) dini hari sekitar pukul 00.20 WITA. 

Saenal mengaku dia awalnya sedang mencari susu buat bayinya dengan mengendarai sepeda motor bersama salah seorang keponakannya, Sabri (16).

"Kehabisan susu anakku kasihan, tujuanku saya mau belikan susu anakku," ucap Saenal kepada detikcom, Rabu (28/8/2021).



Menurut Saenal, dia bersama keponakannya saat mencari susu pada awalnya melintas di depan rombongan anggota patroli motor (patmor) sehingga dia pun menjadi sasaran pengejaran aparat di Jalan Sungai Limboto, Bulukumba. Saenal mengakui dia langsung memacu kecepatannya karena sadar diri surat kendaraan miliknya tidak lengkap.

"Ini Patmor ada yang dia buru, cuma saya lewat di depannya langsung saya lagi dia buru. Jadi lari ka karena tidak pakai helm ka, nggak ada lampunya motorku. Tapi saya di kampung saja, cuma polisi dia tidak tahu saya orang di situ (kampung di sekitar lokasi)," ucap Saenal.

Saenal mengatakan, anggota patmor itu setidaknya berjumlah delapan unit motor, sebagian besar berboncengan dan sebagian lainnya seorang diri. Aparat patmor yang seorang diri itu disebut berhasil mengejar Saenal dan Sabri hingga di depan RSUD Andi Sultan Daeng Radja Bulukumba.

"Saya sementara bawa motor Pak, lajunya kencang sekitar 60 (km/jam) ditendang, jatuh," ucap Saenal.

Setelah terjatuh, Saenal mengaku segera bangun untuk memberi penjelasan ke polisi yang mengejarnya. Namun dari jarak 1 meter, kata dia, polisi yang masih seorang diri itu tiba-tiba menodongkan laras panjang.

Menurut Saenal, dia mengetahui polisi itu menggunakan senjata laras panjang karena ada puluhan saksi di lokasi yang menyebut senjata itu merupakan laras panjang.

"(Saya tahu senjata itu laras panjang) semacam brem, karena ada yang bilang laras panjang. Karena banyak di situ Pak di depan rumah sakit, puluhan saksi di situ," kata dia.

Setelah penodongan tersebut, anggota polisi itu segera memanggil rekan-rekannya yang tertinggal. Saat para anggota patmor yang lainnya tiba, Saenal mengaku dianiaya.

"Seterusnya dia suruh saya berdiri di dekat selokan, gelap-gelap. Kemudian dia telepon satuannya, bilang saya dapat mi ini anak dua orang," ucap Saenal.

"Tiba-tiba ada satuannya datang, dua orang baku boncengan langsung dia ambil tongkatnya dia pukul kepalaku Pak. (Tongkat itu) pertamanya pendek langsung dia tarik tiba-tiba jadi panjang," ucap Saenal.

Setelah penganiayaan itu, Saenal mengaku meminta agar dibawa ke rumah sakit, sebab keponakannya, Sabri, ternyata juga menderiita luka.

"Keponakan ku robek kakinya. Memohon ma sama polisi, Pak bawa mi ke rumah sakit, kah depannya ji rumah sakit kita jatuh ini," beber Saenal.

Namun Saenal dibawa ke kantor Polisi lalu lintas (Polantas). Selanjutnya, Saenal diminta mencuci kepalanya sehingga polisi sadar kepala Saenal bocor.

"Jadi komandannya suruh anggotanya bawa saya ke rumah sakit, tapi saya juga disuruh bikin cerita bohong, bilang saya luka karena jatuh," beberapa Saenal.

Saenal menyebut keluarganya yang mengetahui kejadian ini lantas membawa Saenal melapor ke Reskrim Bulukumba. Tapi laporan Saenal dan keluarga belum ditanggapi.

Polisi Bantah Tuduhan Saenal
Sementara itu, Kasat Samapta Polres Bulukumba, Iptu Candra Said Nur tak sepakat dengan pengakuan Saenal. Dia menyebut luka Saenal bukan karena penganiayaan anggotanya.

"Tidak ada, tidak ada, penganiayaan tidak ada," ucap Iptu Candra dalam wawancara terpisah.

Menurut Candra, Saenal memang sempat diburu anggota Patmor karena diduga ada indikasi tindak pidana. Saenal kemudian terluka karena terjatuh dari motor saat diburu anggota Patmor.

"Pada saat anggota saya patroli, tiba-tiba dua anak remaja bawa kendaraan tidak lengkap langsung menyalip. Anggota saya sempat memerintahkan berhenti malah dia pacu kendaraannya," kata Candra.

"Nah tetap diburu anggota jangan sampai ada indikasi tindak pidana yang dia lakukan. Nah pada saat di depan rumah sakit yang bersangkutan jatuh," lanjut Candra.

Menurut Candra, Saenal dan Sabri sendiri sudah mengakui melarikan diri saat diburu karena kendaraannya tidak lengkap. Saenal dan Sabri juga telah diberi perawatan medis setelah diantar pihak kepolisian.(detik)