Pengamat: Prabowo Justru Bisa 'Menang' kalau Tidak Maju di Pilpres 2024
logo

30 Agustus 2021

Pengamat: Prabowo Justru Bisa 'Menang' kalau Tidak Maju di Pilpres 2024

Pengamat: Prabowo Justru Bisa 'Menang' kalau Tidak Maju di Pilpres 2024


GELORA.CO - Sikap partai Gerindra yang memastikan bahwa Ketua Umum Prabowo Subianto akan maju lagi pada Pilpres 2024 menuai spekulasi politik.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, Menteri Pertahanan (Menhan) itu justru bisa "menang" pada Pilpres 2024 apabila ia tidak maju sebagai kandidat Capres atau Cawapres.

Dengan kata lain, mantan Danjen Kopassus itu cukup menjadi king maker pada hajatan lima tahunan nanti.

"Peluang untuk menang lebih besar jika Prabowo tidak maju, artinya ia sebatas king maker saja," kata Dedi Kurnia kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Senin siang (30/8).

Pengamat politik dari Universitas Telkom ini mengurai, Prabowo tidak lagi dominan dalan skala pemilih nasional, meskipun di Gerindra sendiri ia paling teratas. Sebaliknya, peluang untuk digeser tokoh lain di internal Gerindra cukup besar.

"Dan bergantung siapa yang akan mendampinginya di Pilpres 2024 nanti. Salah menentukan pasangan, ia bisa alami kekalahan serupa 2019," urainya.

Meski demikian, Dedi Kurnia menyatakan bahwa sah saja Gerindra menginginkan Prabowo maju lagi dalam kontestasi Pilpres 2024. Menurutnya, itu keputusan internal partai politik.

"Tetapi perlu dilihat bagaimana ritme perubahan pemilihnya," pungkasnya.

Partai Gerindra memastikan kembali memajukan Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu Nasional di tahun 2024 mendatang.

Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani, memaparkan sejumlah alasan yang memastikan Prabowo bakal kembali maju di perhelatan akbar lima tahunan tersebut.

"Itu sebabnya, kita semua ingin agar Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum Gerindra, Pak Prabowo, dalam Pilpres 2024 maju sebagai capres," ujar Muzani kepada wartawan, Minggu (29/8). [rmol]