Viral Warga Meninggal Gegara RSUD Caruban Tak Mau Rawat, Ini Faktanya
logo

27 Juli 2021

Viral Warga Meninggal Gegara RSUD Caruban Tak Mau Rawat, Ini Faktanya

Viral Warga Meninggal Gegara RSUD Caruban Tak Mau Rawat, Ini Faktanya


GELORA.CO - Seorang warga Madiun viral meninggal disebut karena RSUD Caruban enggan merawatnya. Jenazahnya dibawa pulang menggunakan motor roda tiga.

Viralnya video itu dan narasi yang menyertainya dibantah RSUD Caruban. RSUD Caruban membenarkan adanya pasien tersebut namun pasien tersebut sudah diberikan pelayanan sesuai prosedur yang ada.

"Itu memang pasien sempat masuk IGD. berinisial T warga kecamatan Pilangkenceng. Kejadian kemarin Senin (26/7). Kami sudah melayani sesuai prosedur," ujar Kepala Bidang Pelayanan RSUD Caruban dr Ali Murtadlo ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (27/7/2021).

Ali mengatakan keluarga pasien tersebut menolak untuk dilakukan tes swab sebagai syarat rawat inap. Bila tak ada syarat tes swab, maka dokter tidak dapat mengambil tindakan.

"Kami melakukan tindakan protap di IGD. Dari hasil pemeriksaan pasien ini harus dirawat inap. Ruangan rawat inap kami bedakan, untuk pasien umum dan untuk pasien isolasi karena COVID-19. Keluarga menolak," kata Ali.

Ali menjelaskan salah satu keluarga pasien yang menolak untuk dilakukan swab tersebut langsung membawa pulang tanpa meminta layanan ambulans. Padahal, saat itu istri pasien sudah menyetujui untuk dilakukan swab yang saat di IGD RSUD Caruban, pasien belum meninggal.

"Saat pulang dari IGD, pasien masih hidup dan langsung dibawa pulang karena menolak untuk dilakukan swab." Padahal Istrinya menyetujui (tes swab), namun ada keluarga pasien menolak. Kami beri waktu 30 menit, tapi akhirnya mereka menolak dan memaksa untuk membawa pulang pasien," ungkap Ali.

Ali menuturkan bahwa saat dibawa ke IGD, kondisi kesadaran pasien sudah menurun, perut membuncit, dan mengalami sesak nafas.

Terkait dengan video viral tersebut, Ali merasa pihaknya sangat merugikan karena adanya informasi yang tidak benar. Pihaknya akan melakukan kajian, apakah akan mengambil tindakan hukum dengan melaporkan pembuat dan penyebar video.

Ada dua video yang beredar, berdurasi 16 detik dan 28 detik. Video tersebut memperlihatkan sebuah kendaraan roda tiga merek Viar warna melaju di tengah jalan beraspal.

Terlihat tiga orang terdiri dari dua wanita dan satu pria duduk di bak kendaraan beratap terpal warna biru mengelilingi jenazah yang tertutup kain warna putih corak batik. Sang pria dan satu wanita setengah baya tampak memeluk jenazah.

Sementara seorang wanita muda dengan rambut panjang tampak mengenakan masker tidak benar. Motor tersebut dikemudikan seorang pria yang melaju di jalan yang diduga di simpang ring road Caruban arah Pilangkenceng atau sekitar 1 Km dari RSUD Caruban.

Video itu direkam oleh seorang pria yang naik kendaraan di belakang motor roda tiga tersebut. Sambil merekam, pria itu mengatakan dalam bahasa Jawa bahwa pelayanan RSUD Caruban tidak baik.(detik)