Telinga Warga Disabet Klewang saat Cari Anaknya di Tengah Lokasi Tawuran di Belawan
logo

21 Juli 2021

Telinga Warga Disabet Klewang saat Cari Anaknya di Tengah Lokasi Tawuran di Belawan

Telinga Warga Disabet Klewang saat Cari Anaknya di Tengah Lokasi Tawuran di Belawan


GELORA.CO - Nasib nahas dialami warga Lingkungan XIII saat mencari anaknya di tengah lokasi tawuran di Belawan hingga telinganya kena keleweng.

Plt Sekretaris Kecamatan Belawan, Robby menjelaskan bahwa terdapat satu warganya yang menjadi korban akibat mencari anaknya di tengah kericuhan yang terjadi di Jalan Medan Belawan Km 20,5 Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan.

"Yang luka itu ada orang tua yang cari anaknya semalam, satu orang. Luka di telinganya akibat sabetan klewang. Itu warga Lingkungan 13 Kelurahan Belawan Bahari," bebernya, Rabu (21/7/2021).

Ia menjelaskan tak mengetahui detail kondisi apakah hingga telinganya putus atau tidak.

Namun sudah mendapat perawatan dari rumah sakit.

"Putus tidaknya jita tidak tahu tapi langsung dibawa untuk dirawat di RS Mitra Medika. Warga satu orang saja, itupun bukan pelaku dari tawuran," jelasnya.

Selain warga, ia juga menjelaskan bahwa banyak petugas polisi yang juga menjadi korban lemparan batu.

Bahkan dirinya yang juga turun langsung ke lokasi juga terkena lemparan batu dan botol.

"Korban dari kepolisian paling ada luka-luka beberapa. Bahkan saya juga sendiri jadi korban dilempar karena terkena lemparan batu dan botol pun ada. Adalah luka-luka kecil," bebernya.

Sementara, Kapolsek Belawan Kompol Daniel Naibaho menerangkan belum mendata banyak anggotanya yang menjadi korban tawuran.

'Belum tahu juga, saya lagi berjaga di gereja," cetusnya.

Aksi tawuran anarkis di Medan Belawan antara warga kampung Panah Hijau vs Pekan Labuhan menyebabkan 3 kios terbakar dan 4 ruko rusak parah akibat lemparan batu.

Robby membeberkan bahwa 3 kios yang hangus terbakar tersebut berada di Lingkungan I dan XIII Kelurahan Belawan Bahari.

"Yang terbakar kios tempel ban yang di pinggir jalan itu lalu kios makanan itu di Lingkungan 13, satu lagi kios di Lingkungan 1 kebakar juga," bebernya.

Sementara, untuk rumah toko yang dirusak akibat dilempar batu total ada 5 bangunan.

Bahkan, tak hanya dirusak, Robby menjelaskan bahwa Ruko tersebut juga dijarah oleh para warga.

"Kios lah yang terbakar tapi ada juga rumah warga yang rusak. Yang rusak sekitar 4 rumah warga di Lingkungan 13, limalah sama yang warga Lingkungan 1. Rumah yang dirusak juga dijarah," tuturnya.

Terkait alat yang digunakan untuk membakar, Robby menerangkan bahwa ada bekas botol seperti bom molotov berserakan di lokasi kios yang terbakar.

"Itu kita tidak tahu soalnya kita semalam itu macam-macam dilempar, saya juga di lokasi. Botol ada, tapi kita juga kurang tahu soalnya terjadi kebakaran itu penyebabnya dilempar botol molotov itu mungkin saja terjadi," bebernya.

Ia menjelaskan bahwa memang sempat terjadi pelemparan baik menggunakan batu maupun botol di lokasi namun tidak terbakar.

"Rumah ibadah tidak ada terbakar. Kayaknya ada dilempar batu di rumah ibadah, di mesjid saya rasa tidak ada," cetusnya.

Ruwah warga yang menjadi korban adalah milik J. Sibarani, Warga Jalan Yos Soedarso, Maden Baru, Lingkungan I mengalami kerugian berupa 1 unit sepeda motor Honda Beat dibakar, 20 unit tabung gas dijarah, 1 unit TV dirusak dan 15 gram rantai emas hilang.

Rumah milik A. Manik, warga lingkungan 13 Maden Baru, 1 steling kaca rokok dirusak dan 1 hp Nokia hilang, kios rokok Opung Tina Br Simatupang, 30 slop rokok dijarah.

Rumah milik Kiel Boru Pardede mengalami kerusakan pada canopi rumahnya.

Rumah Marihot Siahaan, 1 unit mesin kompresor tempel ban, trafo las dirusak masa, 1 Honda Supra BK 3147 UG dibakar serta rumah Candra Kirana, Warga Yos Sudarso, lingkungan I rumahnya dirusak berat. [tribun]