Soal Penanganan Covid-19, Luhut: Pemerintah Sudah Dengar Semua Pihak
logo

20 Juli 2021

Soal Penanganan Covid-19, Luhut: Pemerintah Sudah Dengar Semua Pihak

Soal Penanganan Covid-19, Luhut: Pemerintah Sudah Dengar Semua Pihak


GELORA.CO - Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa dan Bali Luhut Binsar Panjaitan mengklaim semua keputusan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 selalu mempertimbangkan masukan berbagai pihak.

Luhut menyebut semua akademisi yang menyampaikan masukan mulai dari guru besar hingga asosiasi profesi kedokteran selalu didengarkan pemerintah.

"Ini semua, kami mendengarkan banyak orang. Kami mendengarkan guru besar FK UI, asosiasi profesi kedokteran, Universitas Airlangga, UGM, dan lainnya,“ kata Luhut dalam diskusi virtual bersama relawan Covid-19, Jakarta, Senin (19/7/2021).

“Percayalah kita bikin yang terbaik, kita bisa lakukan. Pasti ada kurangnya tapi dengan masukan teman-teman sekalian saya sangat apresiasi sekali," sambungnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu menegaskan upaya pemerintah saja tidak cukup, butuh peran serta masyarakat sebagai titik hulu untuk disiplin protokol kesehatan untuk mengendalikan pandemi.

"Yaitu bagaimana mereka bisa patuh pada protokol kesehatan. Saya tidak minta 100 persen, kalau 60 persen saja sudah luar biasa," ucapnya.

Sementara di titik tengah seperti pemenuhan oksigen, obat, tenaga kesehatan, tempat tidur, dan vaksinasi, menurut Luhut masih bisa dikendalikan oleh pemerintah.

"Di tengah ini relatif bisa kita kendalikan. Masalah rumah sakit atau tempat tidur sekarang kita bangun, Jakarta aja 3.500 atau lebih dan seluruh kota-kota besar sekarang kita bangun tempat-tempat karantina dan pengobatan-pengobatan di ICU,“ tuturnya.

Mengenai obat, Luhut mengakui dalam sebulan ini stoknya sedikit terkendala karena PT Bio Farma hanya mampu memproduksi 22 juta dosis dalam 1 bulan.

"Tapi mulai bulan depan sudah bisa sampai 30-50 juta satu bulan,“ imbuhnya.

Diketahui, pandemi COVID-19 telah menginfeksi 2.911.733 orang Indonesia, kini masih terdapat 542.938 kasus aktif, 2.293.875 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 74.920 jiwa meninggal dunia.[suara]