Setelah UEA, Filipina Berencana Larang Pelancong Indonesia Masuk Negaranya
logo

13 Juli 2021

Setelah UEA, Filipina Berencana Larang Pelancong Indonesia Masuk Negaranya

Setelah UEA, Filipina Berencana Larang Pelancong Indonesia Masuk Negaranya


GELORA.CO -  Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi melarang pelancong dari Indonesia dan Afghanistan memasuki negaranya pada Senin (11/7/2021).

Melansir The New Arab, keputusan tersebut terkait dengan pencegahan penyebaran Covid-19.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, negara tersebut juga melarang masuknya para wisatawan yang pernah mengunjungi kedua negara tersebut selama 14 hari terakhir.

Melansir Gulf News, Sabtu (10/7/2021), warga negara UEA juga dilarang bepergian ke Indonesia dan Afghanistan.

Namun, aturan tersebut dikecualikan bila berkaitan dengan misi diplomatik antara UEA dengan Indonesia dan Afghanistan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para staf yang bekerja untuk kedutaan UEA di kedua negara itu. Staf kedutaan Indonesia maupun Afghanistan di UEA juga tidak terkena aturan terbaru itu.

Kelompok lain yang mendapat pengecualian dalam aturan terbaru tersebut adalah pemegang visa tinggal emas dan perak, pengusaha yang sudah mendapat persetujuan, dan karyawan di sektor esensial.

Selain UEA, Filipina juga berencana menangguhkan kedatangan para pelancong dari Indonesia dan Malaysia.

Rencana tersebut mengemuka untuk menahan penyebaran varian Delta dari luar negeri ke Filipina sebagaimana dilansir CNN Philippines, Rabu (7/7/2021).

Menteri Kesehatan Filipina Francisco Duque III mengatakan, Satuan Tugas Antar-Lembaga untuk Manajemen Penyakit Menular akan membahas rencana tersebut.

CNN Philippines melaporkan, Filipina secara total telah menangguhkan kedatangan para pelancong dari tujuh negara.

“Indonesia dan saya kira juga Malaysia (mungkin termasuk) karena kedekatan negara-negara tersebut dengan bagian selatan Filipina,” kata Duque.

Dia mengatakan, kelompok penasihat teknis ahli kesehatan akan membuat rekomendasi resmi kepada gugus tugas itu.

"Kemungkinan itu selalu ada. Ingatlah bahwa varian Delta terdeteksi di 85 hingga 90 negara di seluruh dunia," kata Duque.

Sementara itu, Hong Kong sudah melarang penerbangan penumpang dari Indonesia sejak 26 Juni lalu.

Keputusan tersebut diambil dikarenakan Hong Kong menempatkan Indonesia sebagai negara berisiko sangat tinggi terkait virus corona.

Pemerintah Hong Kong menyampaikan, penangguhan penerbangan dilakukan setelah jumlah kasus Covid-19 yang diimpor dari Indonesia melewati ambang batas yang ditetapkan.

Melansir Reuters, Hong Kong juga telah melarang kedatangan dari India, Nepal, Pakistan, dan Filipina. [kompas]