Sami'an Ngaku Sempat Pucat Saat Hirup Napas Pasien COVID-19 di Jombang
logo

18 Juli 2021

Sami'an Ngaku Sempat Pucat Saat Hirup Napas Pasien COVID-19 di Jombang

Sami'an Ngaku Sempat Pucat Saat Hirup Napas Pasien COVID-19 di Jombang


GELORA.CO - Aksi Masudin dan KH Sami'an menghirup napas pasien COVID-19 viral di medsos. Sami'an mengaku sempat takut saat disuruh Masudin menghirup pasien tersebut.

Peristiwa dalam video yang viral itu terjadi pada 17 April 2021. Saat itu, Kiai Sami'an ditelepon Masudin agar datang ke salah satu rumah sakit swasta di Jombang. Ia diajak membesuk teman Masudin, H Rokim yang diisolasi karena positif COVID-19.

"Sebagai sahabat, saya langsung meluncur. Ternyata saya diajak membesuk teman Mr Masudin yang sedang sakit, Haji Rokim. Abah Rokim bilang menantunya juga sakit ada di ruangan diisolasi, tapi kami tidak tahu kena COVID atau tidak. 

Mr Masudin dimintai tolong Abah Rokim untuk membesuk menantunya juga kalau bisa masuk ke ruang isolasi," kata Kiai Sami'an kepada wartawan, Minggu (18/7/2021).

Saat itu juga Kiai Sami'an dan Masudin langsung membesuk menantu H Rokim berinisial HD (26), warga Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Jombang. Pria bertubuh gemuk itu dirawat di ruangan isolasi dengan bantuan pernapasan melalui selang oksigen.

Ternyata saat itu HD memang positif COVID-19. Namun, ia berhasil sembuh. Sedangkan kedua mertuanya telah meninggal dunia.

"Saat itu pasien diberi minum ramuan oleh Mr Masudin. Kemudian secara spontan beliau (Masudin) menyuruh saya menghirup napas pasien. Saya pucat karena pengalaman pertama saya," terang Kiai Sami'an.

Seperti dalam video yang viral, Kiai Sami'an dan Masudin bergiliran menghirup napas pasien Corona tersebut. Mereka menghirup napas HD menggunakan mulut dan hidung. Keduanya membesuk pasien COVID-19 tanpa memakai masker.

Pengajar di madrasah dan Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang ini mengaku tidak merasakan apapun saat menghirup napas pasien COVID-19. Setelah dua bulan berlalu, Kiai Sami'an juga tidak sakit.

"Saya tidak merasakan apa-apa sama sekali. Alhamdulillah setelah video itu saya tidak merasakan apa-apa, tidak sakit sama sekali," ungkapnya.

Kiai Sami'an menegaskan, dirinya tidak berniat sombong maupun mencari sensasi. Ia juga tidak ingin video menghirup napas pasien Corona itu viral. Apalagi dicap tidak percaya dengan COVID-19.

"Saya sama sekali tidak punya niatan apa-apa. Terjadi seperti itu (viral), saya serahkan kepada Allah SWT. Intinya kita tetap harus menjaga kesehatan, jaga imun, kita ikuti aturan-aturan pemerintah supaya bebas dari COVID," imbuhnya.

Video aksi Masudin dan KH Sami'an menghirup napas pasien COVID-19 sempat di-posting ke akun Instagram milik Masudin, @mr.masudinjombang pada 8 Juni 2021. Video berdurasi 1 menit 5 detik itu dihapus tiga hari kemudian.

Setelah terapis tunarungu itu meninggal pada Selasa (13/7), video tersebut menjadi viral. Karena warganet mengaitkan video itu dengan meninggalnya Masudin. Sehingga terkesan bapak enam anak itu meninggal akibat nekat menghirup napas pasien COVID-19.

Berdasarkan keterangan Pemerintah Desa Banyuarang dan asisten Masudin, terapis tunarungu itu meninggal bukan karena terinfeksi COVID-19. Namun, karena penyakit lambung yang sudah akut. Terlebih lagi, istri dan dua anak Masudin negatif Corona berdasarkan hasil tes swab antigen pada Rabu (14/7).

Sebelum meninggal, Masudin kerap mengobati teman dan keluarganya yang terinfeksi COVID-19, tapi tergolong orang tanpa gejala (OTG). Ia hanya meminta para pasien meminum ramuan tradisional buatannya. Jamu tersebut bukan untuk membunuh virus Corona, tapi diyakini bisa meningkatkan kekebalan tubuh pasien.(detik)