Kemenkes Belum Kirim Vaksin, Vaksinasi Anak di Surabaya Tertunda
logo

2 Juli 2021

Kemenkes Belum Kirim Vaksin, Vaksinasi Anak di Surabaya Tertunda

Kemenkes Belum Kirim Vaksin, Vaksinasi Anak di Surabaya Tertunda


GELORA.CO - Kementerian kesehatan mulai melakukan vaksinasi tahap 3 sesuai dengan Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/1727/2021. SE tersebut berlaku per Kamis (1/7). Salah satu sasarannya adalah anak berusia 12–17 tahun. Di Surabaya, vaksinasi dengan sasaran usia itu belum bisa dilakukan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, masih menunggu pemberian vaksinasi dari pemerintah pusat. Sehingga, vaksinasi bagi anak usia 12–17 tahun belum bisa terealisasi. ”Belum ada tuh. Belum dikirimno (dikirimkan). Kita juga belum dapat (vaksinnya),” aku Eri ketika ditemui pada Kamis (1/7).

Dia mengklaim bahwa saat ini, pihaknya sudah mengajukan dan meminta kepada kementerian kesehatan. ”Kita lho sudah minta,” tutur Eri.

Bapak dua anak itu memastikan bila vaksin sudah didapatkan, akan langsung digunakan. ”Kalau sudah dapat ya dihajar habis. Digunakan langsung semuanya,” janji Eri.

Ditanya jumlah vaksin yang diajukan, Eri menyatakan meminta vaksin untuk kebutuhan vaksinasi anak berusia 12–17 tahun di Surabaya. Hanya saja, dia tidak bisa memastikan jumlah pastinya.

”(Kami minta) sejumlah anak se-Surabaya. Seperti minta vaksin kan sebanyak-banyaknya. Tapi kan tergantung sana (pemerintah pusat) turunnya (dapatnya) berapa,” ungkap Eri.

Untuk pendaftaran vaksinasi, Eri menjelaskan, sistemnya akan berbeda dengan program vaksinasi 18 tahun. Sebab, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapik) sudah mengantongi jumlah anak berusia 12–17 tahun.

”Ora (pendaftaran tidak sama dengan program vaksinasi 18 tahun), kan kita punya data Dispendukcapil. Dispendukcapil tahu warga usia 12–17 tahun. Berapa orang, alamatnya di mana,” jelas Eri.

Bila vaksin untuk anak usia 12–17 tahun sudah didapatkan, Pemkot Surabaya akan menyebar ke seluruh kelurahan di Surabaya. Kemudian, kelurahan akan membuat satuan tugas menjadi vaksinator.

”Nanti disebar ke kelurahan. Kelurahan yang membentuk kayak satgas gitu untuk disuntik vaksin. Tapi sambil menunggu vaksin ada dulu. Kalau terlalu memberi harapan vaksin ga mudun-mudun (nggak dapat) dipikir tepe-tepe (tebar harapan),” ujar Eri.[jpc]