Dikritik Habis! Ini 3 Alasan di Balik Vaksinasi COVID-19 Berbayar
logo

12 Juli 2021

Dikritik Habis! Ini 3 Alasan di Balik Vaksinasi COVID-19 Berbayar

Dikritik Habis! Ini 3 Alasan di Balik Vaksinasi COVID-19 Berbayar


GELORA.CO - Layanan vaksin virus Corona (COVID-19) atau vaksin gotong royong (VGR) individu menuai pro-kontra hingga akhirnya pelaksanaannya ditunda oleh PT Kimia Farma (Persero). 

Pemerintah pun menjelaskan berbagai alasan kenapa dicetuskan vaksin berbayar bagi masyarakat.

1. Perluas Opsi Memperoleh Vaksinasi
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa pemerintah ingin menyediakan opsi seluas-luasnya bagi masyarakat dalam mengakses vaksin, dalam hal ini disediakan di Klinik Kimia Farma.

"Untuk vaksin gotong royong di ratas tadi juga ditegaskan bahwa vaksin gotong royong ini merupakan opsi. Jadi apakah masyarakat bisa mengambil atau tidak, prinsipnya pemerintah membuka opsi yang luas bagi masyarakat yang ingin mengambil vaksin gotong royong baik melalui perusahaan maupun melalui individu," kata dia dalam keterangan pers, Senin (12/6/2021).

2. Perusahaan Tak Dapat Akses Vaksin Kadin
Vaksin gotong royong awalnya memang ditujukan bagi perusahaan untuk membiayai vaksinasi karyawannya. Vaksin gotong royong dilaksanakan melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Namun, dalam perjalannya ada banyak perusahaan yang belum mendapatkan akses vaksinasi melalui Kadin. 

Atas dasar itu pemerintah menyediakan vaksin gotong royong individu melalui Kimia Farma.

"Kenapa diperluas melalui individu? karena banyak pengusaha yang belum bisa mendapatkan akses melalui program vaksin gotong royongnya Kadin. Jadi ada beberapa misalnya perusahaan-perusahaan pribadi atau perusahaan-perusahaan kecil, itu juga mereka mau mendapatkan akses ke vaksin gotong royong tetapi belum bisa masuk melalui programnya Kadin, itu dibuka," jelasnya.

3. Bantu WNA di RI Dapat Vaksin
Tak bisa dipungkiri bahwa terdapat warga negara asing (WNA) yang bekerja di Indonesia. Adanya vaksin berbayar memungkinkan mereka mendapatkan akses vaksinasi.

"Ada juga beberapa warga negara asing yang juga sudah tinggal di Indonesia, sudah berusaha di Indonesia, beraktivitas itu di bidang seni, atau beraktivitas di bidang kuliner misalnya, mereka juga ingin mendapatkan akses ke vaksin gotong royong, itu juga bisa mendapatkan akses ke vaksin gotong royong yang individu," tambahnya.

Namun, layanan vaksinasi COVID-19 berbayar yang disediakan Kimia Farma ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.

"Kami mohon maaf karena jadwal Vaksinasi Gotong Royong Individu yang semula dimulai hari Senin 12 Juni 2021 akan kami tunda hingga pemberitahuan selanjutnya," kata Sekretaris Kimia Farma Ganti Winarno Putro, dalam keterangannya, Senin (12/7/2021).(detik)