Takut Dibilang Corona, Ibu Ini Pilih Kerok Bayinya Sampai Kulitnya Memerah
logo

24 Juni 2021

Takut Dibilang Corona, Ibu Ini Pilih Kerok Bayinya Sampai Kulitnya Memerah

Takut Dibilang Corona, Ibu Ini Pilih Kerok Bayinya Sampai Kulitnya Memerah


GELORA.CO - Pengobatan tradisional masih dipilih banyak orang untuk mengatasi sakit yang mereka alami. Salah satunya adalah kerokan yang dipercaya dapat mengatasi masuk angin atau tidak enak badan.

Bukan cuma orang dewasa, ternyata di beberapa daerah, kerokan juga dilakukan untuk mengobati anak-anak, bahkan bayi. Seperti halnya ibu satu ini yang membagikan gambar bayinya setelah melakukan kerokan. 

Dalam video yang diunggah di TikTok oleh @lubnaaxxxx, kulit punggung bayi malang tersebut tampak bergaris kemerahan. Menurut sang ibu, kerokan itu dilakukan oleh seorang paraji (dalam adat Sunda ini merupakan jabatan bagi mereka yang memiliki keahlian umum urusan wanita dan bayi). 

"Sakit hati banget ngeliat anak sakit. Lebih sakit lagi pas liat dia kesakitan  dan gua cuma bisa nahan air mata," tulisnya dalam video itu. 



Ia pun sesekali mengelap punggung bayinya memggunakan handuk kecil. Lebih lanjut ia mengatakan jika alasannya melakukan pengobatan tersebut dikarenakan ia takut membawa bayinya ke rumah sakit. 

"Mau dibawa ke rumah sakit takut dibilang Corona. Akhirnya dibawa ke paraji malah dikerok sampe kayak gitu," tambah dia lagi.

Tentu saja video ini membuat banyak warganet yang melihatnya miris dan kasihan dengan bayi tersebut. Mengingat, kondisi kulit bayi yang sensitif, rasanya membuat kerokan hingga semerah itu akan terasa sangat menyiksanya. 

Video ini telah dilihat hingga lebih dari 800 ribu dengan komentar yang beragam. Rata-rata, warganet menyalahkan ibu tersebut, yang tak memiliki wawasan luas dalam merawat bayinya. 

"Drama banget sih anak sakit ya dibawa ke RS, kalo ga sanggup RS bawa ke pukesmas," tulis @diaxxxx.

"Umur milenial tapi pemikiran purba," kata @yulxxxx.

"Ya Allah anak kecil kok dikerokin, saya yang udah tua aja sebisa mungkin jangan sampe kerokan," ujar @ aryxxxx.

"Mom, kamu ibunya kamu yang berhak memutuskan, bukan dokter atau paraji. Next lebih berani bilang tidak ya," ungkap @rahxxxx. 

[sc]