Pemulung Nyaris Diamuk Massa karena Dituduh Rusak Mobil, Anak Ketakutan Ikut Mobil Polisi
logo

22 Juni 2021

Pemulung Nyaris Diamuk Massa karena Dituduh Rusak Mobil, Anak Ketakutan Ikut Mobil Polisi

Pemulung Nyaris Diamuk Massa karena Dituduh Rusak Mobil, Anak Ketakutan Ikut Mobil Polisi


GELORA.CO - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria ditangkap dan nyaris dihakimi massa viral di media sosial.

Pria tersebut dituduh melakukan aksi perusakan mobil orang lain hingga akhirnya digiring ke kantor polisi.

Dalam video yang beredar di media sosial Tiktok, tampak seorang pria hendak digiring ke kantor polisi diangkut menggunakan mobil bak terbuka.

Di lokasi kejadian, masyarakat berkumpul menyaksikan pria tersebut dinaikkan ke atas mobil. Tampak juga seorang anak kecil yang diduga putra dari pria tersebut.

Anak kecil itu tampak panik dan menangis karena melihat sang ayah nyaris dihakimi massa. Ia pun akhirnya turut serta bersama ayahnya naik mobil polisi.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam video tersebut, pria itu dituduh melakukan perusakan mobil milik orang lain. Ia sehari-hari bekerja sebagai pemulung atau pencari besi tua dan kerap mengajak sang anak saat bekerja.

Anak laki-laki itu sering duduk di dalam gerobak yang dibawa sang ayah saat bekerja.

"Kejadian ya tadi siang seorang bapak ditangkap oleh petugas dan hampir dikeroyok sama warga karena melakukan pengrusakan mobil," tulis akun tiktok tersebut.

"Pekerjaan bapak ini seoarang pembeli besi tua, setiap pergi kerja biasa anaknya ikut, sampai-sampai ada kejadian yang tidak diinginkan oleh bapaknya," tulis akun tersebut di video yang lain.

Melihat video tersebut, para warganet lantas menuliskan beragam komentar. Sebagian besar dari mereka mengaku tak tega melihat si anak yang menangis ketakutan saat sang ayah diangkut dengan mobil polisi.

"Ya Allah, lihat anaknya dia takut banget, jangan sampai ada trauma ya nak," tulis salah seorang warganet.

"Ya Allah, kasihan anaknya, semoga ketika besar nanti jadi orang sukses ya nak, biar bisa mengangkat derajat orang tuanya," sambung warganet lainnya.

"Kasihan loh anaknya, padahal dia nggak tahu apa-apa," komentar salah satu warganet.

"Kadang warga selalu mengutamakan kekerasan daripada berpikir panjang. Tidak melihat ada anak kecil, tidak ada rasa kasihan, toh ini negara hukum," tulis warganet lain. (*)