Ini Alasan Kenapa Presiden Soekarno Sering Pakai Peci Hitam
logo

11 Juni 2021

Ini Alasan Kenapa Presiden Soekarno Sering Pakai Peci Hitam

Ini Alasan Kenapa Presiden Soekarno Sering Pakai Peci Hitam


GELORA.CO - Dosen Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan Universitas Gajah Mada (UGM), Abdul Gaffar Karim menjelaskan alasan Presiden Pertama RI, Soekarno, sering memakai peci hitam.

"Bung Karno pernah menceritakan di dalam otobiografinya bahwa beliau memilih memakai peci hitam karena peci merupakan tutup kepala yang biasa dipakai oleh rakyat kecil," kata Gaffar, dikutip dari Antara, Rabu (9/6/2021).

Gaffar mengatakan bahwa penampilan Bung Karno memang khas dan menonjolkan sifatnya sebagai "singa podium". Bung Karno biasa memakai setelan jas dengan tanda kepangkatan simbol militer dan peci hitam.

Selama menjadi presiden, atribut busana unik itu selalu dipakainya bahkan hingga kunjungan kenegaraan ke luar negeri. Bukan tanpa alasan, ternyata ada filosofi tersendiri dari peci hitam tersebut.

Menurut Bung Karno, peci merupakan simbol dari rakyat kecil pada saat itu. Peci adalah tutup kepala yang sering dipakai oleh rakyat pribumi, bukan oleh raja, petinggi ataupun bangsawan pada saat itu.

Selain itu, makna psikologis peci adalah simbol perlawanan kepada penjajahan kolonialis dan imperialis pada masa itu. "Itu merupakan simbol perlawanan kepada penjajahan, kepada imperialisme dan peci hitam merupakan simbol paling tepat menggambarkan untuk waktunya rakyat berada di atas," kata Gaffar.

Dalam berbagai pertemuan, Bung Karno memakai pecinya sedikit miring ke kiri. Hal ini menggambarkan pandangannya yang berpihak kepada rakyat (sosialis) melawan penjajahan.

Selain peci, jas putih keabuan dan tongkat komando yang dikenakan oleh Bung Karno saat itu juga memiliki makna psikologis, yakni menunjukkan rasa percaya diri, optimistis, kebanggaan, dan kehormatan Bung Karno sebagai bagian dari bangsa yang merdeka dan berdaulat.

"Pecinya selalu sedikit miring ke kiri, menggambarkan keberpihakan Bung Karno kepada rakyat. Bung Karno seorang ideolog, biasa menyampaikan pesan ideologi dengan cara apapun itu. Salah satunya lewat cara berpakaian, dan di sinilah Bung Karno menunjukkan bahwa beliau tidak ingin memihak kepada satu golongan saja," kata Gaffar.[viva]