Bicara Peristiwa 1965, Megawati: Ayah Saya Dilengserkan dan Jadi Rakyat Biasa

Bicara Peristiwa 1965, Megawati: Ayah Saya Dilengserkan dan Jadi Rakyat Biasa

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Presiden pertama RI, Soekarno meletakkan jabatannya sebagai RI 1 karena dilengserkan pasca perstiwa 1965 silam.

Kisah tersebut disinggung Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan orasi pemberian profesor kehormatan oleh Universitas Pertahanan (Unhan), Jumat (11/6).

"Akibat peristiwa politik tahun 1965, saya tidak bisa melanjutkan sekolah dan tentu saja karena ayah saya dilengserkan, hidup sebagai rakyat biasa," tegas Megawati.

Sebelum ke Jakarta, Mega lahir di Yogyakarta dan tinggal di sana saat pusat pemerintahan masih berada di Yogyakarta.

"Jadi praktis keluarga kami, keluarga presiden baru bisa pindah ke Jakarta tahun 1950," sambungnya.

Masa saat ayahnya dilengserkan pun menjadi hal yang sulit baginya dan keluarga.

"Tetapi akhirnya begitulah yang seperti saya katakan, roda berputar," kata Megawati.

Makin bertumbuh, Mega lantas terjun ke dunia politik hingga menjadi anggota DPR tiga periode dari fraksi PDI hingga puncaknya menjadi presiden kelima RI.

"Sejarah memanggil saya untuk pertama kali menjadi anggota DPR RI sampai tiga periode. Terpotong dua tahun karena lalu menjadi wapres dan setelah itu menjadi presiden ke-5 Republik Indonesia," tandasnya. []
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita